;

Kenaikan ”Lifting” Migas Belum Optimal

Lingkungan Hidup Yoga 18 Apr 2023 Kompas
Kenaikan ”Lifting” Migas Belum Optimal

Realisasi produksi siap jual atau lifting minyak bumi dan salur gas pada triwulan I-2023 naik secara tahunan. Namun, capaian itu belum optimal lantaran unplanned shutdown atau penghentian produksi tak terduga masih terjadi dan menyebabkan adanya kehilangan potensi produksi. Berdasarkan data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), lifting minyak pada triwulan I-2023 mencapai 613.700 barel per hari, meningkat dari realisasi pada triwulan I-2022 yang 611.700 barel minyak per hari. Sementara salur gas pada triwulan I-2023 mencapai 5.399 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2022, yakni 5.321 MMSCFD. Adapun realisasi investasi per triwulan I-2023 mencapai 2,63 miliar USD atau melebihi capaian triwulan I-2022 yang 2,1 miliar USD.

Akan tetapi, pada Januari-Maret 2023, ada penghentian produksi minyak, sebagian besar akibat unplanned shutdown,10.000 barel per hari per bulan. Bahkan, pada gas, unplanned shutdown terus membesar. Pada Maret 2023, ada kehilangan peluang produksi 300 MMSCFD. ”Naik-turunnya (capaian) tergantung pada unplanned shutdown. Jadi, terlepas dari (capaian) yang lebih tinggi dari target, ada lost production opportunity atau unplanned shutdown yang semakin besar,” kata Deputi Eksploitasi SKK Migas Wahju Wibowo, dalam jumpa pers capaian triwulan I-2023 SKK Migas, di Jakarta, Senin (17/4). Wahju menambahkan, sejak 2022, pihaknya telah melakukan audit kinerja pemeliharaan pada sejumlah kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), sebagai respons dari masih banyaknya terjadi unplanned shutdown. Salah upaya tersebut juga untuk mendukung rencana jangka panjang SKK Migas, yakni capaian produksi 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada 2030. Kendati saat ini asih pada kisaran 600.000 barel minyak per hari. (Yoga)


Tags :
#Migas
Download Aplikasi Labirin :