;

Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air Berlanjut

Operasi Penyelamatan Pilot Susi Air Berlanjut

Seorang prajurit TNI yang bertugas dalam operasi penyelamatan pilot Susi Air, Philip Mehrtens, gugur dalam kontak tembak dengan kelompok kriminal bersenjata di Mugi-Mam, Kabupaten Nduga, Papua. Namun, peristiwa ini tak menyurutkan langkah TNI. Operasi penyelamatan terus dilakukan.Kelompok kriminal bersenjata menyerang prajurit TNI yang bertugas di wilayah Mugi-Mam, Sabtu (15/4) sore. Prajurit yang diserang berasal dari Satgas Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna yang terlibat dalam operasi penyelamatan pilot Susi Air, Philip. Personel TNI yang gugur ialah Pratu Miftahul Arifin. ”Operasi tetap dilanjutkan. Perintah Panglima TNI jelas. Tegas, tak usah ragu-ragu,” kata Kapuspen TNI Laksamana Muda Julius Widjojono dalam konferensi pers di Mabes TNI di Jakarta, Minggu (16/4).

Menurut dia, TNI akan meningkatkan operasi. Area lokasi penyanderaan juga sudah makin mengerucut sehingga operasi diharapkan makin tajam dan optimal. Operasi tetap dilakukan mengedepankan sifat humanis demi meminimalkan jatuhnya korban. Strategi operasi dan jumlah personel yang dikerahkan  bersifat rahasia, tak bisa disampaikan ke publik. Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan mengevaluasi peristiwa kontak tembak dalam operasi penyelamatan tersebut. Pada 7 Februari 2023, komplotan Egianus Kogoya membakar pesawat Susi Air PK-BVY yang mengangkut lima warga Paro, Nduga, dan Philip sebagai pilot. Ketika itu pesawat mendarat di Lapangan Terbang Distrik Paro. Lima penumpang dilepaskan, sedangkan pilot ditawan (Kompas.id, 6/3).

Posisi diketahui Satuan Yonif Raider 321/Galuh Taruna tiba di Kabupaten Mimika pada 22 Juni 2022. Satgas yang bermarkas di Majalengka, Jabar, itu bertugas di wilayah teritorial Korem 172/PWY, seperti Kabupaten Nduga. Kontak tembak berlangsung saat tim mendekati posisi penyandera. Pratu Miftahul  Arifin tertembak dan jatuh ke jurang dengan ketinggian 15 meter. Di Jayapura, Papua, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel (Kav) Herman Taryaman mengatakan, kondisi cuaca berkabut dan jaringan telekomunikasi di daerah Mugi tak mendukung. ”Dipastikan Pratu Miftahul telah gugur. Nasib prajurit lain belum diketahui hingga kini. Kondisi cuaca hujan dan berkabut menghambat upaya komunikasi dengan aparat keamanan di lokasi tersebut,” tutur Herman. Ia menambahkan, proses evakuasi korban terus diupayakan. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :