Menambang Cuan di Tambang Nikel
Pulau Obi tak lain sebuah pulau seluas 2.542 km di Provinsi Maluku Utara. Namun di pulau kecil ini, terdapat komoditas logam yang banyak dibutuhkan berbagai sektor industri, yaitu nikel.
Di pulau inilah PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) beroperasi dan menambang peruntungan. Sebagai catatan, perusahaan ini mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (12/4).
NCKL menawarkan saham perdana melalui
initial public offering
(IPO) sebanyak 7,99 miliar saham baru atau 12,67% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Dengan harga penawaran Rp 1.250 per saham, NCKL mengantongi dana segar senilai Rp 9,99 triliun. Mayoritas dana hasil IPO akan dipakai untuk keperluan ekspansi entitas anak dan entitas asosiasi.
Saat ini emiten tambang yang terafiliasi dengan Grup Harita itu memiliki dan mengoperasikan dua proyek tambang nikel laterit aktif seluas 5.523,99 hektare (ha) yang berlokasi di Kawai dan Loji, di Pulau Obi.
Proyek ini dioperasikan melalui dua konsesi pertambangan. Rinciannya, seluas 4.247 ha di Kawasi, dioperasikan oleh NCKL. Seluas 1.277 ha di Loji yang dioperasikan oleh entitas anak NCKL, yaitu PT Gane Permai Sentosa.
Emiten ini memiliki sejumlah proyek yang berkaitan dengan baterai listrik. Salah satunya adalah produksi smelter
mixed hydroxide precipitate
(MHP). Menurut Presiden Direktur NCKL Roy A Arfandy, per akhir Maret 2023, total kapasitas produksi MHP mencapai 55.000 ton per tahun.
Tags :
#NikelPostingan Terkait
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Kemendagri Bentuk Satgas Khusus
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023