Ekspor Minyak Sawit Februari Turun 1,15%
Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia (Gapki) mencatat, volume ekspor minyak sawit nasional Februari 2023 mencapai 2,91 juta ton atau turun 1,15% dibandingkan Januari 2023 di 2,95 juta ton, akibat merosotnya permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor, seperti India. Dalam data yang dirilis Gapki juga disebutkan, penurunan produksi minyak sawit masih berlanjut pada Februari 2023. Produksi minyak sawit Februari 2023 mencapai 3,88 juta ton, masih lebih rendah dari Januari 2023 sebesar 3,89 juta ton. Namun, angka tersebut tidak sebesar penurunan pada Januari 2023 terhadap Desember 2022 yang mencapai 4,3 juta ton. Merujuk pada tren produksi sawit pada tahun-tahun sebelumnya, hal itu mengindikasikan penurunan produksi yang sudah berlangsung sejak September 2022 diperkirakan segera berakhir.
Khusus produksi minyak kernel (palm kernel oil/PKO) juga sedikit turun, dari 370 ribu ton pada Januari 2023 menjadi 369 ribu ton pada Februari 2023. Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono menjelaskan, total volume ekspor juga turun, dari 2,95 juta ton pada Januari 2023 menjadi 2,91 juta ton pada Februari 2023. Namun, nilai ekspor meningkat, dari US$ 2,61 miliar pada Januari 2023 menjadi US$ 2,69 miliar pada Februari 2023, itu terutama karena kenaikan ekspor olahan minyak sawit, yakni dari 2,12 juta ton pada Januari 2023 menjadi 2,25 juta ton pada Februari 2023. Harga produk olahan lebih tinggi dari bahan baku CPO. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023