Semangat Kemandirian Dipertanyakan
Cadangan pangan pemerintah (CPP) berupa 11 pangan pokok mulai terisi. Namun, sebagian cadangan pangan itu masih bersumber dari impor. Ke depan, pemerintah diharapkan bisa lepas dari ketergantungan impor. Sebelas CPP itu adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas,telur unggas, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. Cadangan beras, sudah terisi 245.370 ton per 31 Maret 2023. Sementara cadangan kedelai mencapai 775,77 ton, gula pasir 223.573,05 ton, serta daging sapi dan kerbau yang masing-masing 8.095,89 ton dan 241,03 ton. Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi, Senin (3/4) menjamin kebutuhan pangan pokok pada Ramadhan dan Lebaran 2023 tercukupi. Setiap cadangan pangan itu mulai terisi, baik dari pengadaan dalam negeri maupun luar negeri.
Kendati begitu, ada sejumlah bahan pokok yang impornya perlu dipercepat, yakni daging ruminansia, gula konsumsi, dan bawang putih. Selain itu, peran Bulog perlu lebih dioptimalkan lagi dalam penyerapan gabah atau beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP). ”Ke depan, pemerintah diharapkan memiliki 5-10 % stok dari kebutuhan nasional untuk tiap cadangan pangan itu,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat di Komisi IV DPR secara hibrida di Jakarta. Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, mengaku kecewa karena pemerintah memutuskan impor sejumlah pangan pokok sebegitu mudahnya. Hal itu kurang sejalan dengan semangat UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengedepankan peningkatan produksi dan pengadaan cadangan pangan dari dalam negeri. ”Semangat UU Pangan adalah kemandirian dan kedaulatan pangan, bukan impor. Kalau dalam negeri cukup, kenapa harus impor?” kata Firman. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023