Perlu Strategi Dongkrak Produksi Udang
Daya saing produk udang Indonesia turun ditengah persaingan pasar yang semakin ketat. Target mengejar kenaikan ekspor udang periode 2020-2024 sebesar 250 % terancam tidak tercapai. Langkah strategis diperlukan untuk mendongkrak daya saing. Udang adalah komoditas unggulan ekspor perikanan yang terus digenjot pemerintah. Kontribusi ekspor udang berkisar 30-40 % dari total ekspor perikanan. Pada periode 2020-2024, nilai ekspor udang ditargetkan mencapai 4,25 miliar USD atau tumbuh 250 %, sedangkan produksi ditargetkan 2 juta ton. Untuk mencapai target itu, setiap tahun volume ekspor diharapkan tumbuh 15 % dan nilai ekspor naik 20 %.
Meski diunggulkan, sepanjang tahun 2022 tren produksi dan volume ekspor udang cenderung melemah. Berdasarkan data KKP, pada 2022 volume ekspor udang tercatat 240.000 ton, turun dibandingkan 2021 di 250.700 ton. Nilai ekspor udang tercatat 2,16 miliar USD atau turun dibanding tahun sebelumnya, yaitu 2,23 miliar USD. Ketua Forum Udang Indonesia Budhi Wibowo menilai, problem penyakit udang jadi pemicu penurunan produksi. Salah satu penyakit yang merebak, yakni bintik putih, menyebabkan tingkat hidup (SR) udang menurun. Penggunaan pakan juga makin tidak efisien. Akibatnya, daya saing udang Indonesia turun di pasar global. (Yoga)
Tags :
#perikananPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023