TRANSFORMASI PEREKONOMIAN KALIMANTAN TIMUR DENGAN IKN
Kaltim saat ini berada di tahapan pertama (2020-2024) pemindahan IKN. Ketika dipilih menjadi provinsi tujuan ibu kota negara yang baru, Kaltim menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah kedua di Pulau Kalimantan. Di tahun 2019 atau sebelum pandemi, pertumbuhan ekonomi Kaltim tercatat 4,7 %, hanya berada di atas Kalsel 4,09 persen. Tiga provinsi lainnya mencatat pertumbuhan di atas 5 %. Kaltim dipilih menjadi tujuan IKN baru tatkala pandemi Covid-19 menerjang. Perekonomian nasional terpuruk dan sempat mengalami resesi. Baru pada tahun 2022 perekonomian mulai bangkit seiring dengan penyebaran Covid-19 yang lebih terkendali. Namun, perekonomian Kaltim tidak terangkat setinggi perekonomian nasional, hanya tumbuh 4,48 % di tahun 2022, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,31 persen. Juga lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelum pandemi.
Bahkan, terendah dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi provinsi lainnya di Kalimantan. Dengan pembangunan IKN yang terencana ke dalam empat tahapan hingga tahun 2045, Kaltim diarahkan menjadi penggerak ekonomi Indonesia masa depan. Yang paling utama, Kaltim akan menjadi wilayah paling berkelanjutan di dunia. Hal itu karena IKN didesain sesuai kondisi alam dan menjadi kawasan rendah emisi karbon. Sebanyak 75 % kawasan IKN direncanakan menjadi ruang terbuka hijau. Pemakaian energi akan menggunakan 100 % energi bersih. Dalam jangka pendek, dampak ekonomi selama masa konstruksi mendorong ekonomi melalui investasi infrastruktur. Juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan antar wilayah di Indonesia, mendorong output sektor lain, serta penciptaan kesempatan kerja. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023