;

Ekonomi Lato-lato

Ekonomi Yoga 13 Jan 2023 Kompas
Ekonomi Lato-lato

Di Indonesia, lato-lato memunculkan peluang usaha dadakan atau musiman dan nilai tambah pedagang atas kenaikan harga. Kendati masih ada yang menjual seharga Rp 5.000-Rp 6.000 per biji, banyak juga yang membanderol harganya Rp 10.000-Rp 25.000 per biji. Mainan itu juga menginspirasi para Youtuber untuk memperbanyak subscriber, viewer, dan like. Bahkan, mereka yang belum pernah membuat konten video berkreasi menciptanya. Hal itu mulai dari cara memainkan, unjuk keterampilan, bahaya dan risiko permainan, hingga menggelar lomba lato-lato berukuran normal, bahkan jumbo. Lato-lato menjadi awal pembuka pergerakan ekonomi nasional pada tahun ini yang diperkirakan bakal terdampak ”awan gelap” ekonomi global. Lato-lato menjadi bagian dari ekonomi musiman yang didorong oleh tren yang lahir dari homo ludens (manusia yang bermain) dan homo faber (manusia yang bekerja).

Ekonomi lato-lato memang tidak akan tahan lama dan belum tentu muncul lagi pada tahun depan. Namun, geliatnya tetap bisa menambah kepulan dapur masyarakat kelas bawah hingga atas. Lato-lato menjadi salah satu katalis dan pencatu daya ekonomi di tengah semakin tingginya ketidakpastian ekonomi pada tahun ini. Selama ini, ekonomi Indonesia terbangun tidak hanya oleh ekonomi konvensional, tetapi juga ekonomi musiman, dadakan, atau tiban.. Ekonomi musiman yang rutin terjadi di Indonesia adalah momen Ramadhan-Lebaran, Natal dan Tahun Baru, Imlek, libur tahun pelajaran baru, dan peringatan Hari Kemerdekaan RI. Ekonomi musiman, apalagi yang bersifat dadakan atau gegara tren, memang tak dapat diandalkan sebagai pendapatan tetap atau utama. Namun, ekonomi musiman tetap menjadi peluang dan pencatu daya ekonomi, serta pemberi kehidupan bagi pelaku UMKM dan besar. Jika terkelola dan dimanfaatkan dengan baik, efeknya bisa bertambah besar. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :