;

Besar, Potensi Biometana sebagai Energi Bersih

Lingkungan Hidup Yoga 28 Dec 2022 Kompas
Besar, Potensi Biometana
sebagai Energi Bersih

Biometana, produk turunan biogas, potensial untuk memenuhi kebutuhan industri di tengah tuntutan dekarbonisasi menuju era energi bersih. Namun, sumber bahan baku utama, antara lain, limbah cair kelapa sawit dan limbah tapioka, masih terkonsentrasi di Sumatera dan Kalimantan, sedangkan permintaan utamanya ada di Jawa. Biometana disebut biogas naik kelas karena memerlukan pengolahan lanjutan. Biogas, yang antara lain bersumber dari limbah cair kelapa sawit, limbah tapioka, dan kotoran ternak, dimurnikan dengan memisahkan komponen karbon dioksida (CO2) dan komponen gas lain. Dengan demikian, dihasilkan tingkat kemurnian tinggi metana (CH4), yang lalu disebut biometana. Kajian strategi implementasi pemanfaatan biometana dilakukan Direktorat Bioenergi Dirtjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM bekerja sama dengan Kementerian Ekonomi dan Perlindungan Iklim Republik Federal Jerman (BMWK). Biometana ke depan diharapkan menjadi substitusi produk seperti elpiji (terutama 50 kg ke atas), gas alam terkompresi (CNG), hingga bahan bakar diesel (solar).

Key Advisor for Bioenergy, RE Policy & RE Finance GIZ ExploRE Ardian Candraputra, saat dihubungi pada Selasa (27/12) mengatakan, dari hitungan teoretis, dengan memperhitungkan limbah kelapa sawit, tapioka, dan kotoran ternak, total potensi produksi biometana di Indonesia setara 400 billion bristh thermal unit per day (BBTUD). 82 % potensi biometana berada di delapan provinsi di Sumatera dan Kalimantan, yakni Riau, Sumut, Kalbar, Kalteng, Sumsel, Kaltim, Lampung, dan Jambi. Di delapan provinsi itu terdapat 139 existing pabrik biogas. Sementara upgrading plant (menjadi biometana), dalam pengamatannya, baru ada satu yang beroperasi, yakni di Kaltim. Ada juga 1 upgrading plant skala percontohan di Riau. ”Sementara demand (terbesar) industri dan komersial di Jawa, terutama di Jawa Barat. Solusinya bisa dengan membangun pipa atau menggunakan truk tangki, kemudian disuntikkan ke pipa gas jaringan distribusi. Namun, dengan (paket)lengkap seperti itu, harga menjadi mahal. Beda jika direct (langsung), harga bisa bersaing,” ujar Ardian. Padahal, kata Ardian, permintaan industri akan energi bersih akan meningkat seiring dengan kebutuhan dekarbonisasi. (Yoga)


Tags :
#Energi
Download Aplikasi Labirin :