Korban Gempa Darurat Air dan Sanitasi Bersih
Hingga hari keenam pascagempa, ada warga terdampak di Kabupa- ten Cianjur, Jawa Barat, yang mengungsi di tenda tak layak, bahkan di kandang kambing. Sebagian penyintas tak memiliki akses ke air bersih dan sanitasi memadai. Akibatnya, ribuan korban bencana kini tertular berbagai penyakit. Mimin (50), warga Kampung Sindangpalai RT 002 RW 002, Talaga, Cugenang, Cianjur, Sabtu (26/11) menceritakan, anaknya, Najla Jamila (11) gatal-gatal. Najla menunjukkan punggung tangan-nya yang terdapat titik-titik putih. Sesekali, anak perempuan itu juga batuk-batuk. Tim sukarelawan kesehatan sudah mengecek kondisi Najla di pengungsian. Petugas mengatakan, mereka belum memiliki obat untuk Najla dan akan dicarikan dulu. Sanitasi buruk di antaranya dihadapi Muhaimin (50), warga RT 003 RW 004, Gasol, Cugenang. Toilet sementara di dekat tendanya hanya untuk mandi. ”Kalau mau buang air besar di sawah,” ucapnya. Ivan Susanto (37) di Kampung Garogol, Cibulakan, Cugenang, kini menggunakan air PAM yang bocor dan tergenang di lubang aspal jalan untuk mandi sehari-hari.
Di tanah lapang seluas 10 x 25 meter, tenda darurat warga RT 002 dan RT 004 RW 006, Desa Pakuon, Sukaresmi, Cianjur, didirikan. Sekitar 500 orang tersebar di tenda-tenda yang cukup berdekatan di tanah lapang itu. ”Kalau nyuci-nyuci atau mandi di sungai,” kata Imas Nurhasanah (38), salah satu warga terdampak, kemarin. Sungai kecil yang dimaksud berjarak 50 meter dari posko darurat warga. Arusnya yang tak cukup deras dimanfaatkan untuk mandi, cuci, ataupun buang hajat di antara sampah yang mengambang. Kondisi tak laik ditemukan pula di sejumlah posko mandiri milik warga di RT 003. Nur Nurijah (38) beserta 14 kerabat, misalnya, memanfaatkan kandang kambing untuk hunian sementara. Untungnya majikan yang menawarkan (kandang kambing) ini,” kata Nur. ”Hingga saat ini, 1.576 warga di pengungsian mengidap infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), 902 warga gastritis, dan 313 warga diare. Data ini dihimpun dari 12 kecamatan terdampak gempa Cianjur,” ujar Sekretaris Dinkes Kabupaten Cianjur Isman Faisal. Ia menyebutkan, penyakit-penyakit itu sering terjadi di pengungsian, utamanya pada kondisi lingkungan yang tidak bersih. Mayoritas juga terjadi pada anak-anak. (Yoga)
Tags :
#BencanaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023