Operasi Pasar dan Impor untuk Stabilisasi
Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk operasi pasar beras medium bekerja sama dengan swasta dan mengimpor kedelai 50.000 ton. Pemerintah mengambil langkah itu untuk menstabilkan harga beras dan tahu-tempe yang terus naik. Kepala Badan Pangan Nasional (National Food Agency/NFA) Arief Prasetyo Adi, Kamis (3/11) mengatakan, stok beras nasional per awal November 2022 sebenarnya cukup besar, yakni 6,6 juta ton. Stok itu berada di masyarakat sebesar 49 %, penggilingan padi 21 %, Bulog 10 %, serta pedagang dan BUMN/BUMD selain Bulog 20 %. Stok itu cukup untuk memenuhi konsumsi beras hingga awal 2023. Stok itu juga akan bertambah seiring panen di sejumlah daerah akhir tahun ini dan awal tahun depan. ”Kenaikan (harga) beras yang terjadi saat ini lebih disebabkan persepsi pasar terhadap stok beras Bulog yang terbatas, yakni 697.000 ton per awal November 2022. Karena itu, kami meminta Bulog meningkatkan serapan agar memiliki cadangan beras minimal 1,2 juta ton,” katanya ketika dihubungi di Jakarta.
Kendati begitu, pemerintah tetap berupaya menstabilkanharga melalui operasi pasar. Beras medium dalam operasi itu akan dijual Rp 8.900 per kg. Bulog bersama perusahaan daerah DKI Jakarta dan pemerintah daerah akan mendatangkan beras dari daerah surplus, seperti Makassar, Demak, Ngawi, dan Sragen. BPS mencatat, harga beras tahun ini mulai merangkak sejak Agustus 2022, dari Rp 11.555 per kg menjadi Rp 11.720 per kg pada September 2022.Pada Oktober 2022, harganya kembali naik menjadi Rp 11.850 per kg dan mengalami inflasi 1,3 % secara bulanan. Terkait kenaikan harga tahu-tempe, pemerintah melanjutkan program bantuan selisih harga pembelian bahan baku kedelai impor bagi perajin tahu-tempe Rp 1.000 per kg sampai akhir Desember 2022. Namun, subsidi itu dinilai belum mampu menurunkan harga tahu-tempe. Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin menuturkan, pemerintah perlu menambah subsidi kedelai impor dari Rp 1.000 per kg menjadi Rp 3.000 per kg, untuk mengimbangi kemampuan daya beli masyarakat terhadap konsumsi tahu-tempe. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023