PELEMAHAN EKSPOR : JATENG PACU PASAR NONTRADISIONAL
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mengakselerasi kinerja ekspor di pasar nontradisional menyusul pelemahan permintaan dari negara mitra dagang utama.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah (Jateng) menunjukkan adanya penurunan ekspor ke negara-negara tradisional, seperti Amerika Serikat, Jepang, dan China pada September 2022 yang menurunkan permintaan produk-produk asal provinsi ini. Meskipun jika dilihat dari nilainya, lebih dari separuh nilai ekspor Jateng berasal dari gabungan permintaan tiga negara tradisional tersebut. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng Arif Sambodo menilai penurunan permintaan produk Jawa Tengah ke negara-negara utama tujuan ekspor tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Selain faktor krisis global dan inflasi, lanjutnya, penurunan daya beli juga terjadi di negara-negara tersebut. Berdasarkan laporan yang dikeluarkan National Retail Federation (NRD), daya beli Amerika Serikat memang tengah mengalami penurunan.
Untuk mengatasi hal tersebut, lanjutnya, pihaknya tengah berupaya keras untuk bisa meningkatkan permintaan ekspor dari negara-negara nontradisional, seperti Djibouti, Vietnam, dan India, yang pertumbuhannya masih relatif tinggi.
“Makanya kemarin kita coba perluas ke sana. Kita sudah undang atase perdagangan dari negara-negara nontradisional ini untuk bisa menarik peminatan agar produk kita bisa dijual ke sana,” jelasnya saat dihubungi Bisnis melalui sambungan telepon, Kamis (2/11).Langkah tersebut cukup rasional, mengingat negara tujuan ekspor Jateng seperti Jerman hingga saat ini belum menunjukkan tren kenaikan permintaan barang dari luar negeri.
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
China Meminta Dukungan Lebih Besar dari AIIB
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023