;

SPI: Tren Beras Naik Bisa Sampai Januari 2023

Lingkungan Hidup Yoga 10 Oct 2022 Investor Daily
SPI: Tren Beras Naik Bisa Sampai Januari 2023

Serikat Petani Indonesia (SPI) memperkirakan, tren kenaikan harga beras bisa berlanjut hingga Januari 2023. Selain karena suplai ke pasar yang minim akibat saat ini merupakan musim panen gadu, kenaikan harga BBM turut memengaruhi peningkatan harga beras di pasaran. Kepala Pusat Perbenihan Nasional SPI Kusnan menuturkan, tren kenaikan harga beras, meski lonjakannya tidak terlalu signifikan, dipengaruhi : Pertama, saat ini sedang musim panen gadu, sehingga stok gabah dan beras di petani menipis, pun suplai ke pasar. Kedua, musim tanam antar wilayah yang tidak sama. Ketiga, kenaikan harga BBM bersubsidi. “Meski kecil, ada dampak (pengaruh BBM) juga. Kenaikan harga beras bisa sampai Januari 2023. Baru nanti pada Februari ada panen besar,” ungkap Kusnan saat dihubungi Investor Daily di Jakarta, Minggu (09/10). Kusnan menjelaskan, perubahan harga gabah dan beras di petani memang relatif cepat. Pada musim tanam 1 (MT-1) dan MT-2 misalnya, harga gabah kering panen (GKP) di petani hanya Rp 3.800-4.200 per kilogram (kg), petani saat itu hanya mencapai titik impas. Sedangkan pada MT-3 harga mencapai Rp 5.200 per kg, hal itu karena memang panen berkurang. 

“Cadangan menipis, ada juga faktor berebut gabah di lapangan, sekarang sudah Rp 5.500- 5.800 per kg, apalagi bulan depan. Harga BBM naik juga memengaruhi ongkos dalam membawa beras dari daerah surplus ke daerah lain yang kurang,” tutur dia.  Menurut Kusnan, dampak BBM makin terasa pada saat petani memulai musim tanam pada Desember 2022 hingga tahun depan. Dampaknya ke biaya tenaga kerja, biaya diesel untuk pompa bagi sawah yang menggunakan irigasi teknis, dan biaya panen karena penggunaan harvester. “Bagaimana mengompensasi hal ini, idealnya pemerintah segera menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) minimal menjadi Rp 5.000 per kg untuk GKP. Sudah tiga tahun, HPP tidak naik. Kenaikan HPP untuk antisipasi panen besar Februari 2023 nanti, jangan sampai petani tidak bisa jual gabahnya,” ungkap dia. Dalam laporan BPS, pada September 2022, di tingkat penggilingan, rata-rata harga beras kualitas premium Rp 10.252 per kg atau naik 3,55% dari bulan sebelumnya, beras kualitas medium Rp 9.785 per kg atau naik 4,56%, dan rata-rata harga beras luar kualitas Rp 9.466 per kg atau naik 4,37%. Dibandingkan September 2021, rata-rata harga beras di penggilingan pada September 2022 itu untuk kualitas premium, medium, dan luar kualitas masing-masing naik 8,43%, lalu 9,18%, dan 10,21%. (Yoga)

Tags :
#Beras
Download Aplikasi Labirin :