;

Tantangan Berat di Balik Berlimpahnya Gas

Lingkungan Hidup Yoga 06 Oct 2022 Tempo
Tantangan Berat di Balik Berlimpahnya Gas

SKK Migas menyatakan pasokan gas dalam negeri bakal melimpah. Sejumlah proyek gas akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.  Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyatakan pasokan gas akan berlebih di Jatim dalam waktu dekat. Pasalnya, saat ini Pertamina EP Cepu sedang bersiap memproduksi gas tambahan hingga 20 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dari lapangan Jambaran Tiung Biru. Selain itu, lapangan Bukit Tua Phase 2B yang dikelola Petronas Carigali Ketapang II Ltd menghasilkan 30 MMSCFD. Ladang ini sudah mulai onstream pada 12 April lalu. Pada akhir tahun hingga kuartal pertama 2023 nanti, lapangan MAC dan MDA-MBH yang dioperasikan HuskyCNOOC Madura Ltd (HCML) juga diprediksi mulai beroperasi. Masing-masing memiliki kapasitas produksi 55 MMSCFD dan 175 MMSCFD. Periode kuartal pertama 2023 juga merupakan jadwal onstream lapangan Tangguh Train 3 yang dikelola BP Berau Ltd dengan tambahan kapasitas LNG 3,8 juta ton per tahun. "Dengan Jambaran Tiung Biru saja sudah kelebihan. 

Begitu HCML tambah produksi, mungkin kita harus carikan (pembeli gas) 40 MMSCFD," katanya saat ditemui di Bandung, Selasa malam, 4 Oktober 2022. Sementara itu, di sekitar Sumatera sudah terjadi kelebihan pasokan. Itu sebabnya, Indonesia bisa mengekspor gas, salah satunya ke Singapura. Sumbernya antara lain berasal dari Blok Corridor di Sumatera Selatan dan Blok Jabung di Jambi. Dwi mengatakan kapasitas produksi berpotensi bertambah dengan temuan gas di Blok Andaman II yang dikelola Harbour Energy Company, perusahaan induk dari Premier Oil. Merujuk ke data awal Kementerian ESDM, sumber daya gas di Aceh itu sekitar 6 triliun kaki kubik atau TCF. Untuk jangka panjang, Indonesia masih punya sederet proyek strategis nasional yang akan beroperasi. Salah satunya pengembangan Blok Masela yang sekarang tersendat masalah divestasi saham Shell Upstream Overseas Services Ltd serta perubahan Plan of Development. Proyek yang sekarang dipimpin Inpex Corporation ini memiliki kapasitas setara 1.600 MMSCFD dan ditargetkan berproduksi pada 2027. Contoh proyek lainnya adalah Indonesia Deepwater Development dengan kapasitas 844 MMSCFD yang direncanakan mulai berproduksi pada kuartal IV 2025. (Yoga)

Tags :
#Gas Bumi
Download Aplikasi Labirin :