Pemerintah membuka kemungkinan peninjauan kembali harga BBM domestik menyusul tren pelemahan harga minyak mentah global saat ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan penyesuaian dapat dilakukan jika harga minyak mentah dunia mendekati asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada awal tahun sebesar US$63 per barel. “Kalau misalnya kembali ke US$63 adalah [penyesuaian],” katanya, Selasa (13/9). Arifin mengatakan harga BBM yang berlaku saat ini masih relatif jauh dari harga keekonomian. Kendati demikian, dia mengatakan pemerintah akan tetap meninjau harga itu setelah pelemahan harga minyak mentah dunia ajek hingga akhir tahun ini. “Pertamax kan beberapa waktu lalu harganya ditahan Rp12.500 [jauh dari keekonomian]. Pada akhir-akhir, situasinya kan memang sudah berat,” ujarnya. Harga minyak Brent telah turun 20% dari posisi puncaknya pada Juni yang mencapai US$116,2 per barel akibat perang Rusia-Ukraina. Kontrak berjangka Brent pengiriman November kemarin diperdagangkan US$93,7 per barel.
Pelemahan harga minyak mentah berlangsung di tengah kekhawatiran penurunan konsumsi, termasuk di China yang memberlakukan pembatasan
mobilitas untuk mengendalikan penyebaran virus corona.
Tags :
#MinyakPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023