;

Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah Ditempuh lewat Jalur Cepat

Lingkungan Hidup Yoga 27 Aug 2022 Kompas
Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah Ditempuh lewat Jalur Cepat

Pembangunan pabrik minyak makan merah sebagai salah satu solusi meningkatkan pendapatan petani sawit bakal ditempuh melalui jalur cepat. Namun, perizinan pembangunan pabrik baru dipastikan membutuhkan dukungan pemda.  Selain itu, kerja cepat antar kementerian/lembaga diperlukan agar produksinya bisa dimulai segera. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, seusai rapat koordinasi dengan BPOM mengenai rencana pembangunan pabrik minyak makan merah oleh koperasi petani kelapa sawit di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Jumat (26/8) menyatakan, Presiden Jokowi meminta prosesnya dipercepat agar pembangunan pabriknya bisa dimulai pada Oktober 2022.

Dengan demikian, pabrik di harapkan sudah berproduksi pada Januari 2023. ”Pada pembangunan ini terdapat pabrik CPO mini dan mesin yang memproduksi minyak makan merahnya,” kata Teten. Terkait dengan SNI produk minyak makan ini, Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan dilibatkan. Adapun izin edarnya melibatkan BPOM. Menurut Teten, pembangunannya memakai ”jalur tol”. BPOM bergerak bersama Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) terlibat dalam rencana detail engineering design (DED) agar pabrik sesuai standar. Sebab, desain pabrik akan sangat terkait dengan izin edarnya. ”Pabrik pertama akan dibangun di daerah Sumut,” ujar Teten.

Menurut rencana, pembangunan pabrik itu akan melibatkan lembaga pembiayaan, baik perbankan maupun Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, UMKM (LPDB-KUMKM). Pembangunan fisiknya akan menggandeng Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Investasinya diperkirakan Rp 23 miliar untuk memproduksi minyak makan merah sekitar 10 ton per hari dengan pasokan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang berasal dari lahan 1.000 hektar. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :