;

Rencana Kenaikan Harga Pertalite Cemaskan Pasar

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 16 Aug 2022 Kontan (H)
Rencana Kenaikan Harga Pertalite Cemaskan Pasar

Sinyal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) semakin kuat. Pemerintah berancang-ancang menaikkan harga Pertalite untuk mengurangi beban subsidi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).Namun, sejumlah kalangan keberatan dan mencemaskan efek rencana tersebut. Pertimbangannya, kenaikan harga BBM akan membuat inflasi Indonesia makin tak terkendali dan menekan ekonomi. Sejumlah pelaku pasar saham juga keberatan dengan rencana ini. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Desy Israhyanti menilai, kenaikan BBM antara lain akan membebani biaya operasi perusahaan. Daya beli masyarakat juga akan melemah sehingga permintaan terhadap barang dan jasa berpotensi turun."Kondisi ini pada akhirnya akan menekan margin perusahaan. Pelaku pasar juga akan melihat profitabilitas perusahaan yang jadi tempat investasinya," kata Desy, kemarin. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menghitung, bila benar ada peningkatan harga Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, akan ada kenaikan inflasi sebesar 0,93%. Peningkatan inflasi ini berpotensi membuat pertumbuhan ekonomi melambat, terutama konsumsi rumah tangga. Josua khawatir, harapan pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 5,2% secara tahunan tak akan terwujud. Catatan Josua, jika harus menaikkan harga Pertalite, pemerintah perlu mengimbangi dengan memberi bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat. Para pelaku bisnis juga berharap kenaikan BBM tak dilakukan. Apalagi, kinerja bisnis baru mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19. Andrianto Putera Tirtawisata, Direktur Utama PT Weha Transportasi Tbk (WEHA), mengatakan, jika ada kenaikan BBM, WEHA perlu melakukan penyesuaian harga atau tarif layanan agar tak merugi. 

Tags :
#BBM
Download Aplikasi Labirin :