;

BRIN, Benahi Kendala Pemajuan Riset

BRIN, Benahi Kendala
Pemajuan Riset

Integrasi lembaga penelitian di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan pemusatan manajemen, anggaran, serta sumber daya manusia memicu pro dan kontra di kalangan peneliti. Perlu pembenahan agar integrasi kelembagaan ini tidak justru menghambat pemajuan riset di Indonesia.  Kompas mewawancarai sejumlah peneliti BRIN dari berbagai bidang dan posisi untuk menggambarkan situasi yang mereka hadapi. Wawancara meliputi ekosistem riset, pendanaan, dan mekanisme kerja yang dirangkum pada Kamis (11/8). Sejumlah peneliti yang baru bergabung dengan BRIN cenderung berekspektasi positif dan melihat peluang untuk melakukan riset yang kompetitif walau ada sejumlah  catatan kritis. Di sisi lain, para peneliti senior kebanyakan pesimistis serta merasakan ekosistem dan birokrasi riset memburuk.

Rahma Hanifa, peneliti muda dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi yang baru bergabung dengan BRIN Desember 2021, mengatakan bahwa dirinya merasa lebih terpacu dan termotivasi untuk meneliti karena ada target output paper atau karya tulis ilmiah. Sebagai peneliti baru, ia pun sudah bisa mengajukan proposal sebagai peneliti utama (principal investigator). Semeidi Husrin, peneliti di Pusat Riset Kebencanaan Geologi-BRIN, dulu peneliti di Litbang KKP, berpendapat, mekanisme pengajuan proposal riset mendorongnya menjadi lebih kompetitif. ”Peneliti akan didorong bekerja keras karena mendapatkan uang tidak gampang. Sebelumnya (saat di KKP) dana riset dibagi-dibagi. Gagal atau berhasil sama saja, dapat lagi tahun berikutnya,” ujarnya.

Sekalipun cenderung melihat sisi positif dari iklim kerja di BRIN, mereka merasakan kendala dalam penelitian. ”Kendala utama ialah administrasi yang harus diurus sendiri oleh peneliti. Tidak boleh ada orang keuangan atau admin di tim peneliti karena semua dipusatkan sehingga jadi ribet,” ucap Rahma. Selain itu, sering ada perubahan aturan secara tiba-tiba sehingga banyak persiapan dan usulan riset yang tidak berjalan optimal. ”Masalah lainnya, ternyata pendanaan internasional sulit masuk di BRIN. Aturan dari donor harus disesuaikan lagi ke aturan BRIN. Bisa jadi ada komponen yang sebenarnya bisa dari donor, tetapi jadi hilang begitu masuk BRIN, demikian sebaiknya,” katanya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :