Lanjutkan Misi di Rusia- Ukraina dalam G20
Indonesia selaku Ketua G20 diharapkan terus mendorong upaya perdamaian Ukraina dan Rusia sambil meredam dampak perang antara dua negara itu pada krisis pangan dan disrupsi rantai pasok global. Setelah kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia, upaya itu perlu dilanjutkan lewat G20. Presiden Jokowi telah menyelesaikan lawatan ke dua negara yang tengah berperang itu dalam dua hari beruntun, 29-30 Juni 2022. Kunjungan, seperti terpantau dari laporan berbagai media internasional, mendapat perhatian dunia. ”Sebagai pemegang Presidensi G20, upaya Indonesia diharapkan tak berhenti pada kunjungan ini, tetapi juga melakukan terobosan konkret untuk mengatasi dampak perang melalui G20,” kata Andrew Matong, peneliti Centre for Strategic and International Studies (CSIS).
Laman media The Wall Street Journal, menyebutkan kunjungan pertama pemimpin Asia ke Ukraina-Rusia sejak invasi Rusia, 24 Februari 2022, itu sebagai ”simbol upaya dari kelompok luas negara-negara berkembang guna menghindari mengkritik Rusia terang-terangan atau memihak salah satu kubu”. Kantor berita AFP, dalam laporan, Jumat(1/7) menggambarkan peran Presiden Jokowi yang menjadi penyambung pesan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kepada Presiden Rusia Vladimir Putin membuka kemungkinan cairnya hubungan Barat-Rusia. Hal ini berlangsung di tengah kondisi hubungan Barat-Rusia, yang menurut deskripsi Menlu Rusia Sergey Lavrov, menyerupai ”kembali tertutupnya Tirai Besi”. (Yoga)
Tags :
#InternasionalPostingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Diplomasi Simbolik RI Dinilai Berisiko
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023