PEMBANGUNAN DESA TERTINGGAL, Angin Perubahan Baik Berembus di Aik Mual
Wajah Dusun Aik Mual, Desa Sekotong Timur, Lombok Barat, NTB, perlahan berubah ketika tersedia fasilitas pendidikan, kesehatan, dan air bersih sejak 2016. Kini, perkawinan anak juga coba dikikis habis. Saat ini sudah ada AFC Health Center alias Puskesmas Pembantu Plus Bakti Nusantara Aik Mual, selain dilengkapi peralatan medis, di puskesmas ini juga terpasang instalasi listrik tenaga surya sehingga pelayanan tak akan terganggu jika listrik padam. Tersedia pula sumur, tendon air, dan toilet komunal yang sangat membantu kebutuhan dasar warga. ”Alhamdulillah sekarang tak jauh lagi ambil air. Warga dusun lain juga bisa ke sini. Jalan sudah ada, paling lama 5-10 menit (naik sepeda motor) sudah dapat air bersih. Kalau mau berobat sudah dekat, turun bukit jalan kaki paling 15-30 menit sampai. Ini membantu dan jadi mudah sekarang,” kata Muainah (38), Jumat (24/6).
Pembangunan berbagai fasilitas publik di Aik Mual dan beberapa dusun lain itu dimotori oleh Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) bersama Pemkab Lombok Barat, Kepolisian Daerah NTB, dan didukung TNI. Berdasarkan data YTBN, dari lima dusun di Desa Sekotong Timur, yaitu Aik Mual, Memomang, Aik Mual Utara, Bunleleng, dan Bunleleng Selatan, ada 286 keluarga dari 345 keluarga (82,89 %) yang belum memiliki akses pada jamban bersih. Hal ini diperparah sulitnya mendapatkan akses air bersih dan fasilitas kesehatan. Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menegaskan, pihaknya akan melanjutkan program yang digagas bersama YTBN. Salah satunya, menyalurkan atau membuat penampungan air bersih di sejumlah dusun sekitar. Tantangan itu tentu tak mudah karena kondisi geografis Desa Sekotong Timur merupakan perbukitan.
Perubahan di Dusun Aik Mual serta kawasan Desa Sekotong Timur juga terlihat dari pola pikir warga. Kepala Dusun Aik Mual Mudtazam (30) mengatakan, sebelum ada program pembangunan daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta program pembelajaran dan penyuluhan dari YTBN, dirinya dan warganya sangat tertutup. Mudtazam juga pelaku perkawinan anak. Menikah pada usia di bawah 15 tahun merupakan hal biasa di dusunnya itu. Penetrasi pembangunan mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga akses air bersih serta perjumpaan yang intens dengan sukarelawan YTBN ataupun petugas pemerintah daerah, polisi, dan TNI membuka cakrawala warga. (Yoga)
Postingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023