Banjir Berkah Batu Bara
Batu bara masih terus membawa berkah bagi Indonesia. Terbaru, ‘banjir’ permintaan datang dari negara-negara Uni Eropa yang kembali menggunakan batu bara sebagai sumber energi lantaran Rusia memangkas pasokan gas. Jerman terpaksa akan mengandalkan pembangkit listrik tenaga batu bara lebih banyak daripada yang direncanakan selama transisi energi, setelah Rusia memotong suplai gas hingga 60% lebih sedikit dari pesanan. Berlin dikabarkan mengajukan permintaan batu bara 5 juta hingga 6 juta juta ton atau separuh dari kebutuhannya kepada Indonesia, sebagaimana disampaikan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Langkah serupa ditempuh Austria dengan rencana mengonversi pembangkit listrik tenaga gas menjadi batu bara.
Belanda pun mengekor melalui rencana penghapusan batasan produksi listrik dari pembangkit batu bara. Negeri Kincir Angin akan merevisi undang-undang yang memaksa pembangkit listrik batu bara beroperasi maksimum 35% dari kapasitas untuk membatasi emisi karbon. Pembangkit batu bara nantinya bisa beroperasi dengan kapasitas penuh hingga 2024. Saat dikonfirmasi, perusahaan tambang di Indonesia tak menampik bahwa permintaan batu bara berdatangan dari sejumlah negara Eropa. Kepada Bisnis, Selasa (21/6), Direktur PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Dileep Srivastava mengatakan perseroan telah menerima permintaan dari negara-negara Benua Biru. Data Eurostat menunjukkan bahwa impor batu bara kalori tinggi Uni Eropa dari Indonesia sekitar 0,1 juta ton pada 2020. Hanya menutup sebagian kecil kebutuhan konsumsi mereka yang mencapai 145 juta ton. Kendati demikian, Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengatakan peluang Indonesia masih terbuka.
Tags :
#Batu BaraPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023