;

Meningkatkan Efisiensi Industri Pengolahan via LCS

Ekonomi Hairul Rizal 18 Jun 2022 Bisnis Indonesia
Meningkatkan Efisiensi Industri Pengolahan via LCS

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan pada hingga April 2022 menyumbang 74,46% pada total ekspor Indonesia atau senilai US$69,59 miliar. Nilai ekspor tersebut naik 29,19% (ctc), sedangkan secara tahunan terdapat peningkatan 27,92% (yoy). Kinerja industri pengolah­­an secara nasional turut di­sumbangkan oleh industri pe­­­ngolah­­an di Provinsi Jawa Barat. Se­lain itu, industri pengola­han juga menjadi sektor uta­ma dalam pembentukan Pro­duk Do­mestik Regional Bru­to (PDRB) di Jabar. Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan IV 2021 sebesar 5,61% (yoy) disumbangkan oleh pertumbuhan industri pengolahan sebesar 3,62% (yoy), didorong oleh industri utama yakni TPT, elektronik dan otomotif. 

Memperkuat posisi industri pengolahan nasional pada global value chain menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menggenjot kinerja sektor tersebut. Saat ini, sayangnya posisi Indonesia berdasarkan persentase partisipasi terhadap GVC makin menurun dari tahun ke tahun. Bank Indonesia (BI) mengembangkan kerangka kerja sama penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal atau yang dikenal dengan istilah Local Currency Settlement (LCS). Kerja sama LCS bermula dari kebutuhan penyelesaian transaksi pelaku usaha di Indonesia pada mitra utama di negara selain Amerika Serikat yang masih bergantung pada penggunaan dolar AS. Padahal, berdasarkan data 2021 nilai ekspor Indonesia ke AS persentasenya hanya 10% dari keseluruhan ekspor Indonesia.


Download Aplikasi Labirin :