Minyak dan gas Bumi, Insentif Bisa Naikkan Produksi
Kondisi hulu migas Indonesia dihadapkan pada tantangan produksi yang terus menurun secara alamiah akibat usia sumur migas yang menua. Pemberian insentif diyakini dapat mendorong peningkatan produksi untuk mengatasi tantangan tersebut. Dalam 10 tahun terakhir, Indonesia mengalami penurunan produksi minyak 31 % dan gas bumi 19 %. Beberapa negara yang mengalami kondisi serupa gencar memberikan insentif, seperti pengurangan royalti dan penggantian kerugian biaya eksplorasi. Insentif tersebut terbukti mampu mempertahankan ataupun meningkatkan produksi.
Menurut Direktur Eksekutif Refor Miner Institute Komaidi Notonegoro, pemerintah sebenarnya masih bisa berperan untuk mengoptimalkan wilayah kerja migas yang telah mengalami penurunan produksi secara alamiah. Bagaimanapun keekonomian lapangan migas tetap harus dijaga. Ia mengatakan, hasil riset Inter American Development Bank 2020 menemukan bahwa pemberian insentif untuk lapangan usia tua dapat menambah umur keekonomian proyek rata-rata sekitar 30 tahun. ”Pemerintah Indonesia bisa meniru. Kami mengusulkan beberapa opsi yang bisa diambil pemerintah, antara lain tax holiday, tax allowance, perpanjangan masa eksplorasi, dan penerapan skema bagi hasil yang fleksibel menyesuaikan harga minyak,” ujar Komaidi dalam webinar ”Kebijakan Insentif untuk Mendukung Peran Penting Industri Hulu Migas dalam Transisi Energi dan Perekonomian Indonesia”,Rabu (15/6). (Yoga)
Tags :
#MigasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023