;

Ribut Harga Tiket

Ekonomi Ayu Dewi 03 May 2019 Kompas
Ribut Harga Tiket

Harga tiket mahal sudah menyeruak sejak akhir tahun lalu dan berlanjut hingga kini Kementerian Perhubungan menghimbau semua maskapai menurunkan harga tiket. Sebatas menghimbau karena harga tiket dinilai menjadi ranah bisnis yang menjadi hak pelaku usaha. Selain itu, harga tiket belum melewati batas atas ketetapan pemerintah.

Awalnya, Indonesia National Air Carrier Association (Inaca) mendeklarasikan akan menurunkan harga. Memang ada yang turun, tetapi tak semua maskapai menurunkan harga tiketnya. Garuda Indonesia tetap menggunakan tarif Y  atau tarif tertinggi. Kalaupun turun tak sepenuhnya turun karena dikemas dengan pameran perjalanan daring dalam kurun waktu tertentu atau hanya di rute terbatas. Problemnya, Garuda Indonesia adalah price setter , patokan harga bagi maskapai lain. Jadi semua maskapai juga mematok harga tinggi.

Garuda bersikukuh di harga tinggi, barangkali karena pasarnya pegawai pemerintahan dan BUMN. Jadi negara yang membayar. Namun, tingginya harga tiket berdampak cukup luas bagi ekonomi, terutama di daerah. Tak hanya ke penumpang, tingginya harga tiket pesawat berdampak ke kargo. Perdagangan yang sedang tumbuh pesat dengan adanya e-dagang kini mulai berhitung kembali. 

Tags :
#Transportasi
Download Aplikasi Labirin :