Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Direvisi
BI merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari 4,7 % - 5,5 % menjadi 4,5 % - 5,5 %. Revisi dipicu ketegangan geopolitik Rusia dengan Ukraina yang mengganggu rantai pasok global sehingga menahan laju pertumbuhan ekspor Indonesia. ”Untuk keseluruhan tahun 2022 BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,5 % - 5,3 % sedikit lebih rendah dari proyeksi awal,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Selasa (19/4). ”Gangguan mata rantai global ini menyebabkan tertahannya permintaan negara mitra dagang Indonesia, membuat laju pertumbuhan ekspor Indonesia ikut tertahan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pun ikut terdampak,” ujar Perry.
Sementara faktor eksternal memburuk, indikator ekonomi domestik relatif positif dan terjaga. Hal ini tecermin dari berbagai indikator, seperti Prompt Manufacturing Index BI (PMI-BI) triwulan pertama 2022 yang mencapai 51,77 %, lebih tinggi daripada triwulan keempat 2021 sebesar 50,17 %. Nilai PMI-BI yang berada di atas level 50 itu menunjukkan industri pengolahan dalam fase ekspansi. Suku bunga acuan RDG BI memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 %, suku bunga deposit facility sebesar 2,75 %, dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 %. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan pengendalian inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi. (Yoga)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023