Harga Minyak Mendidih, Harga Produk Siap Naik
Harga minyak mentah di pasar global menembus US$ 120 per barel. Kondisi ini menekan para pebisnis, terutama yang memiliki eksposur BBM dominan terhadap biaya produksi. Mengutip Bloomberg, Selasa (8/3) pukul 21:30 WIB, harga minyak mentah jenis WTI menyentuh US$ 124,38 per barel, sementara harga minyak brent US$ 126,75 per barel. Bersamaan dengan itu, harga BBM nonsubsidi di sejumlah SPBU di Indonesia naik lagi. Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak negatif dari kenaikan harga minyak. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga menilai, kenaikan harga minyak mentah bisa menekan kinerja sejumlah sektor industri, salah satunya industri manufaktur.
Apindo menyebutkan, kenaikan harga minyak maupun komoditas energi lainnya juga akan memicu inflasi, terutama jika pelaku usaha menaikkan harga jual produknya akibat peningkatan biaya produksi. Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira menilai, inflasi di sektor produsen telah naik 2,74% (qoq) pada kuartal IV-2021. Artinya, para produsen telah merasakan kenaikan biaya produksi sebelum harga minyak melambung seperti sekarang. "Akan tetapi, produsen belum mentransmisikan kenaikan biaya produksi ini kepada harga jual produk di level konsumen," tutur dia.
Tags :
#MinyakPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023