;

Lingkungan Hidup B. Wiyono 25 Mar 2019 Bisnis Indonesia

Pada 2013, aktor Hollywood Harrison Ford sempat menyemrpot Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, lantaran menganggap pemerintah kurang serius dalam menangani kerusakan hutan Indonesia. Dia menyoroti dampak perubahan iklim di Riau yang salah satunya diakibatkan oleh perambahan hutan atau deforestasi untuk dijadikan lahan kebun kelapa sawit. Lebih dari 5 tahun berlalu, Indonesia rupanya masih harus berupaya keras membersihkan citra perkebunan kelapa sawitnya dari aroma deforestasi serta menunjukkan upaya pengelolaan kawasan hutan yang memperhatikan konsep kelestarian. Terbaru, Uni Eropa berencana memangkas penggunaan minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebagai campuran biodiesel secara bertahap pada 2019-2023, dan dihapus total mulai 2030. Komisi UE menilai bahwa CPO bukan produk ramah lingkungan karena menyebabkan kerusakan lahan. Keputusan ini membuat Indonesia selaku produsen minyak nabati itu meradang dan berencana membawa masalah tersebut ke sidang organisasi perdagangan dunia (WTO). Tak hanya itu, Uni Eropa rupanya juga membawa tudingan deforestasi hutan tropis ke sidang Majelis Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-4 di Nairobi, Kenya lewat draft resolusi berjudul Deforestation and Agricultural Commodity Supply Chains. Kendati pada akhir sidang Uni Eropa menarik kembali resolusi tersebut dan berencana merevisi isinya menjadi lebih berfokus pada pengelolaan hutan secara berkelanjutan, hal itu menunjukkan bahwa tata kelola perkebunan serta kawasan hutan Indonesia memang masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Pemerintah memang harus segera menyelesaikan pekerjaan rumahnya di sektor kelapa sawit dan deforestasi. Pasalnya, sampai saat ini, kontribusi CPO terhadap pemasukan negara masih cukup besar. Dan juga, menghentikan deforestasi sebagai langkah mitigasi perubahan iklim jelas tak bisa lagi diabaikan.

Tags :
#Industri CPO
Download Aplikasi Labirin :