;

Transformasi Menuju Ekonomi Hijau: Pasar Butuh Regulasi Solid

Ekonomi Hairul Rizal 24 Feb 2022 Bisnis Indonesia
Transformasi Menuju Ekonomi Hijau: Pasar Butuh Regulasi Solid

Transformasi menuju ekonomi hijau memerlukan pijakan kokoh dalam aspek regulasi untuk memacu segenap potensi dari pelaku usaha. Adanya iklim bisnis yang kondusif dengan berbagai daya tarik berinvestasi diyakini mampu mengakselerasi pencapaian tersebut secara bertahap dan terukur. Kalangan pengusaha juga mengharapkan pemerintah serius dalam pengembangan ekosistem energi hijau untuk mencapai netral karbon pada 2060, termasuk menelurkan regulasi yang kondusif. Harapan tersebut juga mendapat perhatian khusus dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menegaskan transformasi kegiatan ekonomi perlu menjadi agenda utama dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 karena akan berkaitan dengan perencanaan jangka panjang.

Industri EBT, kata Airlangga, berperan penting dalam pembangunan ekonomi ke depan karena Indonesia harus memenuhi komitmen untuk mengurangi emisi karbon. Alhasil, penerapan ekonomi hijau menjadi bagian dari strategi transformasi ekonomi jangka menengah panjang. "Upaya transformasi ini akan menjadi salah satu kunci percepatan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, serta mendorong terciptanya pembangunan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan," ujarnya saat menyampaikan keynote dalam webinar Bisnis Indonesia Green Economy Outlook bertema Arah Kebijakan Indonesia dan Tantangan dalam Mewujudkan Green Economy, Rabu (23/2). Senada dengan Yusrizki, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) juga menyatakan perlunya pengakuan pemerintah dalam bentuk regulasi untuk mendukung peralihan ke industri hijau. “Intinya kita mesti punya regulasi yang benar-benar firm berdasarkan kajian, jangan sampai regulasinya karena ada pressure secara politik global,” kata Ketua Umum Gapki Joko Supriyono.


Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :