Kenaikan Laba Perusahaan-perusahaan Migas Menuai Kritik
Harga energi yang melonjak telah memberikan keuntungan besar bagi perusahaan-perusahaan minyak mentah, juga menuai kritik keras dari penggiat lingkungan dan politisi. Pada saat yang sama, konsumen dibiarkan dengan tagihan yang meningkat. Perusaahaan energi AS ExxonMobil, TotalEnergies dari Perancis serta raksasa Inggris Shell dan BP dalam sepekan terakhir telah mengumumkan perolehan laba 2021 dengan totalUS$ 66,7 miliar. Namun harga minyak dan gas (migas) yang mengalami reli besar tahun lalu, melonjak menjadi US$ 70 per barel setelah sempat tenggelam ke wilayah negatif pada 2020. "Perusahaan minyak mendapat mendapat manfaat dari kesempatan yang jarang terjadi. Selain harga energi yang lebih tinggi, perusahaan-perusahaan migas dinilai mulai membersihkan aset mereka hanya untuk mempertahankan yang paling menguntungkan," Ujar Moez Azmi pakar industri minyak dari konsultan EY pada Minggu (13/2), yang dilansir AFP. (Yetede)
Tags :
#MigasPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023