;

Kemesraan Rusia-China Ancam AS

Ekonomi Yoga 06 Feb 2022 Kompas
Kemesraan Rusia-China Ancam AS

Pertemuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping, Jumat (4/2), di Beijing, menjadi momen memperkuat dukungan satu sama lain, khususnya dalam menghadapi tekanan Barat. Beijing mendapat tekanan dalam isu pelanggaran HAM di Xinjiang dan intimidasi agresif militernya ke Taiwan, sedangkan Moskwa terkait isu Ukraina. Dalam pernyataan bersama seusai pertemuan disebutkan, ”Kedua negara menentang ekspansi lebih lanjut NATO dan menyerukan aliansi Atlantik Utara untuk meninggalkan pendekatan ideologis Perang Dingin.”

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden menegaskan, setiap tindakan ofensif di wilayah Ukraina akan dianggap sebagai invasi, seperti dilaporkan ABC News, 21 Januari lalu. AS dan Uni Eropa menjelaskan bahwa Rusia akan menghadapi sanksi Barat jika menyerang Ukraina. Sanksi itu bisa berdampak serius karena selain pengurangan arus perdagangan, sejumlah proyek strategis, seperti pipa gas alam Nord Stream 2, bisa dibatalkan.

Hubungan ekonomi Rusia dengan China berkembang, mencapai rekor tertinggi tahunan, yaitu 146 miliar USD pada 2021, Rusia menjadi pemasok utama minyak, batubara, dan gas alam bagi China. Sebaliknya, Rusia mengimpor barang elektronik dan mesin dari China. Rusia juga menjadi bagian penting strategi pembangunan global Beijing melalui Prakarsa Sabuk dan Jalan (BRI). Proyek BRI ini mencakup kerja sama minyak, seperti Power of Siberia, yang memberi China akses langsung ke gas alam Rusia. Kerja sama ekonomi Rusia-China itu jauh lebih tinggi dibandingkan keseluruhan perdagangan Rusia-AS, 2021 yang hanya 34 miliar USD. Barat harus mempertimbangkan sejauh mana isolasi ekonomi dan politiknya atas Rusia, berpotensi mendorong Moskwa ke dalam hubungan yang lebih dekat dengan China. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :