Menuai Peluang dalam Transisi Energi
Laporan Global Carbon Project menyebut, pada April 2020, atau masa awal pandemi, emisi global harian turun 17 % dibanding 2019, disebabkan banyak negara membatasi pergerakan dan lockdown. Seiring pemulihan ekonomi emisi global 2021 diperkirakan naik 4,9 %. Di Indonesia, emisi 2020 tercatat 5 megaton setara karbon dioksida (MtCO2e), turun 11 % dibanding 2019. Selama pandemi wacana ekonomi hijau ramah lingkungan dan berkelanjutan menguat. Transisi menciptakan lapangan kerja baru hijau (green jobs). Di tingkat global, transisi ini diperkirakan menciptakan 395 juta lapangan kerja hingga 2030, peluang bisnisnya 10,1 triliun dollar AS Sektor potensialnya, pertanian, pariwisata, dan energi. Khusus sektor energi, realisasi pekerjaan baru bidang energi terbarukan menyerap 12 juta tenaga kerja pada 2020. Proyeksi sampai 2050 menyerap 43 juta tenaga kerja. Di Indonesia, proyek energi terbarukan ciptakan lapangan kerja baru dan kurangi beban subsidi energy fosil. Berdasar kajian Institute for Essential Services Reform (IESR), pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah proyek energy terbarukan paling mudah dilaksanakan dan memiliki serapan tenaga kerja terbesar. Dengan dukungan internasional, Nationally Determined Contributions/NDC Indonesia dapat mencapai 41 %, setara 1,1 gigaton emisi karbon, sector yang disorot yakni kehutanan dengan proporsi 17,2-24,5 %, energi (11-15,5 %), limbah (0,38 %), dan pertanian (0,32 %). (Yoga)
Tags :
#Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023