;

Laut China Selatan, Babak Baru yang Makin Kompleks

Laut China Selatan, Babak Baru yang Makin Kompleks

Laut China Selatan adalah wilayah maritim paling bergolak di dunia. Konflik yang melibatkan China, Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, dan Taiwan memasuki babak baru dengan hadirnya sejumlah negara dari luar kawasan sepanjang 2021. Klaim mutlak China atas LCS, yang berpusat di Kepulauan Paracel dan Spratly, dimulai pada 2012. Selain degan 5 negara penuntut lain, klaim China menyenggol ZEE Indonesia. Terakhir, China minta Indonesia menghentikan pengeboran minyak dan gas alam di perairan Natuna, bagian selatan wilayah LCS, dengan klaim sepihak China brerdasar garis batas imajiner yang disebut ”9 garis putus-putus (nine dash line)”, diikuti militerisasi kawasan. Padahal klaim itu bertentangan dengan Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982 yang sudah diratifikasi Beijing.

Menlu ASEAN menggagas code of conduct CoC) di LCS dalam pertemuan di Jakarta, 21 Juli 1996, sebagai landasan stabilitas jangka panjang di kawasan, walau hingga 25 tahun kemudian, CoC belum juga lahir. Negosiator dari ASEAN dan China telah menghasilkan ”Deklarasi” CoC (2002), ”Pedoman Pelaksanaan Deklarasi” (2011), ”Kerangka” CoC (2017), dan ”Rancangan Tunggal Teks Negosiasi” (2018). Pada 2021, progres negosiasi CoC dilaporkan telah mencapai bagian ”Mukadimah”. Tapi hasilnya nihil, karena selama itu China menolak berurusan dengan ASEAN sebagai kelompok dalam konteks negosiasi konflik LCS. China lebih suka pendekatan diplomasi bilateral di mana kerja sama ekonomi dan perdagangan lebih diperhitungkan. (Yoga)


Tags :
#Umum
Download Aplikasi Labirin :