Investasi Kabupaten Pemalang, Menyuling Cuan Dari Wangi Melati
Melimpahnya produksi bunga melati berkualitas tinggi dari Desa Kaliprau, Kabupaten Pemalang, perlu dimanfaatkan supaya memiliki nilai tambah. Salah satunya dengan mengundang investor untuk memproduksi minyak melati. Budi daya tanaman melati oleh warga Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sudah berlangsung turun-temurun. Meskipun tidak sedikit petani yang memilih untuk menggarap ladang padi, tetapi mayoritas warga desa tersebut menggantungkan hidupnya dari wanginya bunga tersebut. Purwadi, Kepala Desa Kaliprau, mengatakan budi daya bunga melati sudah mendarah daging sejak lama dan menjadi komoditas andalan penopang ekonomi warga sejak dahulu. “Di mana ada melati, di situ pasti ada orang Kaliprau, karena saat mereka ekspansi ke daerah lain, kebanyakan dia kalau enggak berdagang itu, bercocok tanam melati,” katanya saat dihubungi Bisnis, Senin (15/11).
“Kami punya tenaga kerja yang cukup besar dan area [produksi] yang cukup besarpula. Kami akan budi daya melati secara intensif, sehingga ada peningkatan hasil bunga melati dibandingkan dengan [hasil capaian] yang sekarang ini,” ujar Mukti dalam talkshow Proyek Investasi Jawa Tengah yang jadi rangkaian Central Java Investment and Business Forum (CJIBF) 2021. Untuk mewujudkan proyek penyulingan melati tersebut, Pemkab Pemalang membutuhkan suntikan dana Rp28,5 miliar. Dengan bahan baku seharga Rp30.000 per kilogram, investor diperkirakan bakal menikmati payback period selama 3,32 tahun. Sementara itu, internal rate of return (IRR) proyek tersebut diperkirakan mencapai 33,37%.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023