;

Mendulang Untung Dari Geliat Batu Bara

Lingkungan Hidup Yuniati Turjandini 15 Oct 2021 Bisnis Indonesia
Mendulang Untung Dari Geliat Batu Bara

Momentum menggeliatnya harga batu bara di pasar internasional mengembuskan angin segar di ranah energi dan sumber daya mineral, khususnya pertambangan batu bara. Pada Oktober ini, harga si Emas Hitam menguat setelah sebelumnya sempat lunglai akibat pandemi. Bursa ICE Neswcastel mencatat harga batu bara di pasar global mencapai mencapai US$247,50 per metrik ton  untuk kontrak Desember 2021. Pada saat yang sama,  harga batu bara acuan di pasar domestik, menyentuh US$161,63 per metrik ton atau yang tertinggi sejak ditetapkan pada 2009.

Selama ini kegiatan ekplorasi batu bara di Indonesia begitu rendah.  Perusahaan batu bara cenderung lebih fokus pada kegiatan produksi dibandingkan dengan kegiatan eksplorasi. Berdasarakan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESD), investasi eksplorasi tambang sejak 2016 cenderung stagnan. Tercatat pada 2016 investasi eksplorasi baru mencapai sebesar UUS$65 juta, pada 2017 sebesar sebesar US$115 juta, dan pada 2018 sebesar US$145 juta. Sementara itu, pada 2019 sebesar US$274 juta, dan pada tahun lalu kurang lebih tercapai US$300 juta.

Pemerintah telah memberikan banyak intensif untuk menarik minat pemilik tambang untuk berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi. Termasuk membuat peta jalan yang berisikan kebijakan untuk mendukung sektor tambang sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Upaya tersebut ternyata belum cukup kuat untuk mengungkit minat investor. Di sisi lain, melalui kegiatan eksplorasi maka potensi hasil tambang disetiap wilayah penghasil akan lebih maksimal diperoleh dan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat sekitar tambang dan rakyat Indonesia. (yetede)

Tags :
#Batu Bara
Download Aplikasi Labirin :