Harga Minyak Indonesia Kembali Naik Jadi US$ 72,2 Per Barel
Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada September kemarin kembali menanjak menjadi US$ 72,2 per barel, naik dari posisi Agustus lalu yang sebesar US$ 67,8 per barel. Kenaikan harga dipicu oleh turunnya pasokan minyak global. Sejalan, harga rata-rata ICP Sumatran Light Crude (SLC) juga naik menjadi US$ 72,25 per barel dari bulan sebelumnya US$ 67,99 per barel. Tim Harga Minyak Indonesia menuturkan, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga minyak mentah utama di pasar internasional, antara lain turunnya pasokan minyak.
"Peningkatan drastis harga gas alam global menjelang musim dingin akibat kurangnya pasokan, membuat minyak mentah menjadi energi subtitusi dan diperkirakan dapat meningkatkan permintaan minyak mentah sebesar 550 ribu bph," kata Tim Harga Minyak Indonesia dalam keterangan resminya, Rabu (6/10). Terkait anjloknya pasokan, jelas Tim Harga Minyak Indonesia, terdapat beberapa penyebab. Pertama, berhentinya aktivitas produksi minyak mentah dikawasan Teluk Meksiko, Amerika Serikat akibat badai Ida dan Badai Tropis Nicholas dengan potensi kehilangan pasokan minyak mentah mencapai 30 juta barel.
"Faktor lainnya adalah nilai tukar Dollar terhadap beberapa mata uang terutama Euro cenderung melemah," tutur Tim Harga Minyak Indonesia. Sedangkan untuk kawasan Asia Pasifik, lanjut Tim Harga Minyak Indonesia, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh terus bertumbuhnya permintaan bensin di Tiongkok, dimana pada September 2021, diperkirakan mencapai tingkat sebelum pandemi Covid-19 telah meningkatkan permintaan di negara tersebut," Tambah Tim Harga Minyak Indonesia. (yetede)
Tags :
#Minyak MentahPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023