;

Target Netral Karbon, Pemanfaatan Energi Panas Bumi Perlu Insentif

30 Sep 2021 Bisnis Indonesia
Target Netral Karbon, Pemanfaatan Energi Panas Bumi Perlu Insentif

Pengembangan potensi energi panas bumi di Indonesia dinilai terlambat meski memiliki sumber daya hingga 23,7 gigawatt. Alhasil, pemerintah dituntut kerja keras dengan strategi cerdas untuk mengejar ketertinggalan guna mendukung netral karbon pada 2060. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat bahwa pemanfaatan energi panas bumi Indonesia hanya sekitar 2.175 megawatt (MW). Jumlah ini setara dengan 9,2% dari total yang ada. Dengan kondisi demikian, Direktur JSK Petrolium Academy Moch. Abadi mengatakan bahwa energi panas bumi harus dimanfaatkan secara lebih optimal demi mencapai target netral karbon pada 2060.

"Kita terlambat memanfaatkan geothermal, padahal potensi sangat tinggi sesuai target pemerintah 2060 net zero emission ,pemanfaatan geothermal harus aktif mulai sekarang" katanya, Sabtu (26/9). Dari total sumber daya panas bumi, Sumatera menjadi daerah dengan potensi paling besar itu mencapai 9,744,4 MW. Berdasarkan kajian Thingk Geo Energy pada 2020, Indonesia adalah negara kedua dengan sumber daya panas bumi terbesar di dunia, yaitu mencapai 23,76 GW. Negara-negara lain yang termasuk dalam radar panas bumi global adalah Filipina (4GGW), Turki (4,5 GW) dan Selandia baru (3,65 GW).

Namun pemerintah tidak tinggal diam. Upaya percepatan pengembangan energi panas bumi dilakukan dengan pengaturan tarif skema insentif, sinergi yang melibatkan BUMN terkait, dan pemanfaatan geothermal fund. Berbagai resiko pengembangan dan besaranya investasi yang harus disiapkan juga digarisbawahi oleh Sekretaris Jendral Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas (Aspermigas), Moshe Rizal. Dengan demikian pemberian insentif yang menarik bagi investor mutlak diperlukan. Ada pula biaya infrastruktur yang berkisar 15% dari investasi, belum termasuk biaya peralatan hingga managemen proyek. (yetede)

Tags :
Download Aplikasi Labirin :