Logam Mulia
( 11 )Bullion Bank Beroperasi, Pemerintah Didorong Optimalkan Potensi Pajak dan Pengawasan Keuangan
Pemerintah meresmikan dua bullion bank pertama di Indonesia, yakni Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), pada Februari 2025. Kehadiran bank emas ini digadang-gadang mampu memanfaatkan potensi cadangan emas nasional yang besar serta memperkuat ekosistem keuangan berbasis logam mulia.
Namun demikian, di balik peluang ekonomi tersebut, muncul sorotan terhadap aspek perpajakan dan keamanan finansial. Saat ini, regulasi perpajakan yang berlaku, seperti PMK No.48/PMK.03/2023, hanya mengatur pajak penghasilan atas penjualan emas batangan. Sementara itu, skema imbal hasil dari simpanan, pembiayaan, dan penitipan emas di bullion bank belum sepenuhnya tercakup dalam ketentuan pemotongan pajak (withholding tax).
Ketiadaan kewajiban pelaporan rekening bullion kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) juga dinilai menjadi celah penghindaran pajak. Laporan transaksi bullion baru diwajibkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara akses DJP masih terbatas. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi penyalahgunaan rekening bullion untuk menyamarkan dana dari tindak pidana perpajakan atau pencucian uang.
Pakar kebijakan fiskal mendorong pemerintah untuk segera memperbarui regulasi akses data keuangan dan objek sita dalam pemulihan kerugian negara, serta menyusun aturan perpajakan yang relevan dengan kegiatan usaha bullion. Jika dikelola dengan pengawasan yang tepat, bullion bank diyakini dapat menjadi sumber penerimaan negara sekaligus memperkuat stabilitas keuangan nasional.Freeport Mulai Pasok Emas Batangan ke ANTAM
PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengirimkan perdana emas batangan seberat 125 kilogram dengan kadar kemurnian 99,99% senilai Rp207 miliar kepada PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada Rabu, 12 Februari 2025. Emas batangan ini dihasilkan dari fasilitas precious metal refinery (PMR) smelter PTFI dan menjadi bukti bahwa PTFI adalah perusahaan tambang tembaga terintegrasi hulu-hilir pertama yang berhasil memurnikan lumpur anoda menjadi emas batangan murni. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyatakan bahwa pengiriman ini merupakan langkah penting dalam upaya penghiliran emas di Indonesia, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Direktur Utama Antam, Nico Kanter, menekankan bahwa kolaborasi antara PTFI dan Antam adalah bukti nyata komitmen pengembangan industri pengolahan mineral di Indonesia, yang juga mendukung peningkatan daya saing pasar global. Selain itu, ini juga mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan mendorong penggunaan produk dalam negeri. Dengan pengiriman emas ini, kedua perusahaan berkontribusi pada penguatan pengadaan bahan baku domestik dan penurunan ketergantungan terhadap impor.
Harga Logam Mulia Terangkat Bunga FED
Harga logam mulia kembali melandai. Data Bloomberg, kemarin (9/5), harga emas berada di posisi US$ 2.322,20 per ons troi, turun dari pertengahan April 2024 yang sempat rekor di harga US$ 2.413,8 per ons troi. Harga perak juga melemah ke US$ 27.601 ons troi dari 29.128 per ons troi pada periode yang sama. Sementara harga tembaga di US$ 4.538 per pound dari harga tertinggi di Apri 2024 4.676 per pon. Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo mengatakan, prospek harga emas masih cukup positif lantaran ada harapan baru, The Fed akan memulai penurunan suku bunganya tahun ini. Hal tersebut menyusul data non-farm payrol (NFP) yang lebih lemah dibandingkan perkiraan.
Di sisi lain, para investor juga masih mencermati perkembangan konflik Timur Tengah. Ia memperkirakan, harga emas di akhir kuartal ini sebesar US$ 2.315,10 per ons troi. Sementara di akhir tahun diperkirakan naik terbatas ke US$ 2.385,92 per ons troi. Pengamat Komoditas dan Founder Traderindo.com, Wahyu Tribowo Laksono mengatakan, secara teknikal, harga emas di semester I ini di rentang US$ 2.200–US$ 2.450 per ons troi. Sementara di akhir tahun di kisaran US$ 2.300–US$ 2.500 per ons troi.
Geopolitik Panas, Harga Logam Mulia Semakin Hot
Konflik antara Rusia dan Ukraina menjadi berkah bagi investor emas batangan. Harga emas produksi Logam Mulia, anak usaha Aneka Tambang (Antam), kembali ke atas Rp 1 juta. Secara umum, harga logam mulia masih berpotensi menguat, selama konfilk Ukraina dan Rusia belum berakhir. Alwi Assegaf Analis Global Kapital Investama memprediksi harga paladium berpotensi tetap menguat paling tinggi lantaran Rusia merupakan produsen paladium terbesar. Alwi memprediksi paladium bisa mencapai US$ 3.715 per ons troi di akhir tahun nanti. Analis Monex investindo Futures Faisyal juga memprediksi di akhir kuartal I-2022 harga emas berpotensi naik ke US$ 2,050 per ons troi.Meski begitu, Faisyal menyarankan pelaku pasar mencermati potensi pembalikan arah harga logam mulia bila konflik Rusia dan Ukraina selesai. Jika terjadi koreksi, harga emas di akhir tahun berpotensi ke US$ 1.900 per ons troi.
Harga Logam Mulia Kerek Prospek Produsen Emas
Harga emas di pasar internasional dan lokal beranjak naik. Di saat yang sama, sejumlah produsen logam mulia mulai berancang-ancang menggenjot produksi dan penjualan pada tahun ini. Harga emas kontrak pengiriman April 2022 di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Rabu (9/2), bertengger di level US$ 1.827,80 ons troi. Angka ini lebih tinggi 8% dibandingkan posisi terendahnya dalam setahun terakhir di level US$ 1.691,50 per ons troi. Mengacu data Antam, emas Logam Mulia ukuran 1 gram kemarin di posisi Rp 943.000 per gram, lebih baik ketimbang setahun lalu sebesar Rp 917.000 per gram.
Harga Emas Antam Rp 975 Ribu per Gram
Harga logam mulia atau emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Antam Makassar turun Rp10 ribu ke level Rp 975 ribu per gram, Kamis (7/1).
Sedangkan harga buyback atau pembelian kembali emas Antam turun Rp12 ribu ke posisi Rp 861 ribu per gram. Harga buyback ini berarti Antam akan membeli emas Anda dengan harga tersebut di Butik Emas LM Antam. Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen.
Tambang Emas Luwu
Wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, diyakini menyimpan kandungan emas. Hal itu setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengeluarkan surat izin kepada perusahaan yang diberi rekomendasi adalah PT Bastem Indonesia.
Perusahaan itu akan melakukan eksplorasi di lima desa, Desa Dampan, Barana, Tede di Kecamatan Bastem Utara, dan Posi, Bukit Harapan di Kecamatan Bua. Lokasi dieksplorasi seluas 4.166 hektare.
“Kegiatan perusahaan tersebut adalah pertambangan mineral logam atau emas,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu, Andi Pangerang membenarkan hal tersebut, Minggu (13/12/2020).
Diketahui, sudah ada satu tambang emas beroperasi di Luwu, yakni PT Masmindo Dwi Area di Kecamatan Latimojong.
Harga Emas Melemah
Dalam 30 hari belakangan, harga emas berkinerja buruk. Sebelumnya sempat bertahan di atas 1.800-an dolar per ons troy, kini mengalami pelemahan dan ditransaksikan di kisaran 1.780 dolar per ons troy.
“Kalau dirupiahkan, logam mulia itu dijual di kisaran Rp 810 ribu per gram. Mengacu kepada kurs mata uang Rupiah terhadap Dolar AS di kisaran level 14.120. Lebih murah Rp25 ribuan dibandingkan posisi satu pekan sebelumnya. Tren harga emas memang akan bergerak turun sekalipun terjadi peningkatan jumlah kasus pasien Covid -19,” ungkap Analis Pasar Modal Gunawan Benyamin, Senin (30/11).
Perhiasan Masih Menarik di Tengah Pandemi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ekspor logam mulia, perhiasan, dan permata pada Januari-Agustus 2020 senilai 6,227 miliar dollar AS atau tumbuh 32,55 persen dibandingkan dengan Januari-Agustus 2019 yang senilai 4,697 miliar dollar AS.
Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan Tuti Prahastuti dalam PraRakornas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Jakarta, akhir pekan lalu, menyampaikan, ekspor perhiasan masih meningkat di tengah pandemi Covid-19. ”Mungkin karena desainnya beranekaragam menjadi daya tarik dan kekuatan perhiasan yang diekspor,” katanya.
Memburu Si "Kilau Mini"
Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat masyarakat Indonesia membeli emas. Harga emas terkini cenderung melesat dibandingkan awal 2020, salah satunya karena pengaruh pandemi Covid-19. Harga emas atau logam mulia Antam ukuran 1 gram, per Kamis (20/8/2020), dibanderol Rp 1.030.000 atau turun Rp 28.000 dari hari sebelumnya. Sementara harga emas Antam ukuran terkecil 0,5-gram juga turun Rp 14.000, menjadi Rp 545.000.
Sebelumnya, situs perdagangan dan penyimpanan emas batangan secara daring, Treasury, mencatat penjualan emas pada masa pandemi Co-vid-19 meningkat dibandingkan tahun lalu. Hingga 9 Agustus 2020, terjadi peningkatan sebesar 150 ketimbang periode yang sama tahun lalu.” Kepercayaan terhadap emas sebagai simpanan untuk masa depan tetap memperlihatkan tren yang sangat positif. Hal ini ditunjukkan dengan penambahan jumlah pembeli dan juga jumlah volume emas yang dibeli,” kata Public Relations Manager Treasury Anang Samsudin.
Kepala Departemen Komunikasi PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 minat masyarakat terhadap tabungan emas semakin tinggi. Hal ini dipengaruhi persepsi masyarakat terhadap emas yang dinilai memiliki fungsi lindung nilai aset dan bermanfaat sebagai sarana menjaga ketahanan finansial pada masa krisis. Program Tabungan Emas dari PT Pegadaian (Persero) memperbolehkan nasabah menabung emas dengan berat minimal 0,01 gram. Angka itu setara dengan sekitar Rp 10.000 sehingga sangat mudah dijangkau siapa pun. “Anak sekolah pun dapat menyisihkan Rp 500-Rp1.000 per hari untuk dikumpulkan lalu menabung emas di Pegadaian,” ujarnya. Pegadaian mencatat, jumlah nasabag Tabungan Emas Pegadaian mencapai 5,9 juta nasabah. Angka ini melonjak dari posisinya per akhir 2019 yang sebanyak 4,6 juta nasabah.
Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Kunto Hendrapawoko mengatakan, kendati pandemi, komoditas emas masih direspons positif masyarakat. Produk emas batangan yang dikeluarkan Antam dengan ukuran 5-gram, 10-gram, dan 100-gram adalah produk emas batangan yang paling banyak dibeli.” Emas batangan dalam ukuran lebih kecil (emas mini), seperti 0,5-gram dan 1-gram adalah emas batangan yang paling diminati segmen milenial,” ujarnya. Untuk memenuhi permintaan emas yang cukup tinggi di masa pandemi, Antam menerapkan penjualan emas secara daring lewat laman resmi perusahaan. Selain itu, konsumen dimudahkan dengan skema pembelian kembali emas Antam melalui layanan pesan singkat.
Nilai penjualan bersih Antam pada semester I-2020 sebesar Rp 9,23 triliun. Emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan porsi 69 persen atau senilai Rp 6,41 triliun dari total penjualan. Seiring tingginya pertumbuhan permintaan emas sepanjang 2020, perusahaan fokus memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik.
Chief Financial Officer PT Hartadinata Abadi Tbk Deny Ong mengatakan, permintaan masyarakat terhadap logam mulia cukup tinggi. Ini yang mendorong harga emas tinggi dan menjadi salah satu penopang kinerja positif perusahaan di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, perseroan sedang mengembangkan produk logam mulia sampai ke pecahan kecil, yakni 0,1 gram-100 gram.” Tujuannya untuk memenuhi permintaan seluruh kalangan masyarakat yang ingin berinvestasi di logam mulia,” katanya.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









