Blockchain
( 30 )Sistem Data Rantai Pasok Diperbaiki
Kontribusi nelayan kecil untuk menghasilkan produksi tuna bernilai premium semakin meningkat. Pengelolaan perikanan skala kecildiperkuat untuk menembus pasar dunia, antara lain dnegan memperbaiki sistem data dan menggunakan perangkat elektronik modern.
Untuk pertama kalinya Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI), Anova, dan PT Harta Samudra bekerjasama dengan Bumble Bee Seafoods dan perusahaan asal Jerman SAP, mengimplementasikan sistem ketertelusuran rantai pasok ikan. Sistem ini menghubungkan kapal nelayan pancing ulur tuna sampai ke konsumen. Sistem ketertelusuran rantai pasok ikan itu menggunakan teknologi blockchain untuk menyimpan basis data dari setiap transaksi ikan. Adapun basis data diperoleh melalui aplikasi Trace Tales yang dikembangkan MDPI untuk pengolahan, penyimpanan, pemrosesan makanan laut dan penyimpanan data produk.
Trace Tales dan SAP blockchain dipasang di dua pabrik pengolahan PT Harta Samudra yaitu di Ambon dan Buru (Maluku). Sistem yang sama dipasang di PT Aneka Sumber Tata Bahari Tulehu dan PT Blue Ocean Grace International (BOGI) di Bitung.
MUFG Bikin Platform Berbasis Blockchain
Platform blockchain dari Akamai dapat menangani pemrosesan lebih dari satu juta transaksi per detik dalam latensi dua detik per transaksi. Di samping itu, transaksi yang dijalankan di platform akan diamankan dan dipercepat dengan keamanan cloud serta platform transaksi realtime dalam skala yang luas. Jaringan pembayaran baru ini diharapkan dapat menawarkan layanan terdiferensiasi ke pasar untuk pemrosesan transaksi pembayaran generasi berikutnya.
[Kripto] Melaju Tinggi saat yang Lain Melesu
TRX diciptakan untuk memecahkan masalah kontrol konten oleh perusahaan raksasa seperti Google, Toutube, Apple, Spotify, dan lainnya. Jika Anda seorang pencipta konten yang ingin menghasilkan uang melalui internet, Anda harus melalui 'perantara' yang dilakoni oleh perusahaan raksasa tersebut. Pihak 'perantara' tadi sekaligus mengambil sebagian keuntungan yang diperoleh berdasarkan jumlah klik, banyaknya like, menonton atau mendengar. Platform tersebut memiliki kontrol penuh atas berapa banyak bayaran yang diterima pembuat konten. Mereka juga wewenang untuk menyensor apa yang diciptakan pembuat konten.
Nah, Tron berupaya menghilangkan 'perantara' dan mengembalikan semua potensi penghasilan ke pencipta konten. Ini berarti ketika pengguna protokol Tron membuat konten, misalnya video, mereka dapat mengunggahnya langsung ke blockchain Tron dan mendapatkan bayaran berdasarkan seberapa viral video tersebut. Pemilik konten menerima kompensasi berdasarkan view, like, dan tepuk tangan tanpa terkena potongan dari perusahaan besar seperti Youtube.
Penggunaan Blockchain bisa Cegah Pencucian Uang
Cloud Maasuk Prioritas Perusahaan
Menimbang Pemanfaatan Blockchain
Sistem Data Terdistribusi, Bloackchain Butuh Kepastian Regulasi
BNI siap manfaatkan teknologi Blockchain
Mata uang Digital : Kripto Jepang Siap Merapat
Kadin Dorong Penggunaan Teknologi Blockchain
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023


![[Kripto] Melaju Tinggi saat yang Lain Melesu](https://labirin.id/asset/Images/medium//f1230a34693d02045ecba19a2872232c.jpg)
