IHSG Masih Dihantui Aksi The Fed
Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah dalam sepekan terakhir, dipicu oleh faktor eksternal. Direktur Ekuator Swarna Investama, mengatakan penurunan IHSG disebabkan oleh aksi jual investor setelah risalah pertemuan terakhir bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) membahas penghapusan stimulus moneter. Meski begitu, pejabat The Fed menegaskan bahwa pengurangan stimulus atau tapering off tidak selalu berarti kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. IHSG berada pada level 6.030,77. Dengan demikian, selama sepekan IHSG melemah 1,77 persen dari 6.139,49 penutupan perdagangan pekan sebelumnya. Bahkan IHSG berada di bawah 6.000.
Investor khawatir The Fed menghapus stimulus tahun ini. Tapering off, bisa dilakukan pada akhir 2021 karena inflasi dikatakan sudah mencapai target dan pemulihan pasar tenaga kerja juga hampir sesuai ekspektasi. Hal yang menjadi perhatian investor adalah respons Bank Indonesia terhadap kemungkinan tapering off tahun ini. BI harus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan menjaga suku bunga tetap kompetitif sehingga arus modal asing tetap masuk ke Indonesia dan dapat menjaga agar kurs rupiah tetap stabil. Untuk sentimen eksternal IHSG mencatat beberapa data indikator ekonomi Amerika Serikat yang mendapat perhatian, yaitu data penjualan rumah, penjualan barang, data pengangguran, dan inflasi.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023