;

Tarif Kejutan yang Bikin Geram

Ekonomi Budi Suyanto 21 Jan 2019 Tabloid Kontan
Tarif Kejutan yang Bikin Geram
Ketua INACA menganggap kenaikan harga tiket adalah hal wajar. Namun demikian, Ketua Pengurus Harian YLKI mengatakan bahwa kenaikan tarif pesawat saat ini tidak memperhatikan psikologis konsumen.
Direktur Utama Garuda Indonesia mengungkapkan, awalnya pihaknya ingin menyehatkan keuangan Garuda dengan menaikkan harga tiket. Hal itulah yang kemudia diikuti maskapai-maskapai lainnya. Biaya operasional dipengaruhi biaya bahan bakar. Ketika bahan bakar naik 50% biaya operasional penerbangan bisa naik 20%.
Untuk menyiasati harga avtur yang fluktuatif, dilakukan dengan dua cara. Pertama, efisiensi operasional melalui hedging bahan bakar dan efisiensi utilisasi pesawat. Kedua, melakukan inovasi, seperti kemudahan booking dan checking agar orang tertarik terbang bersama maskapai tersebut. Penjualan ruang iklan juga memungkinkan maskapai memperoleh penghasilan tambahan.
Anggota INACA sepakat bakal menurunkan tarif hingga 30%. Namun mereka meminta kompensasi berupa penurunan harga avtur sekitar 10% dari Pertamina. Hanya saja, masih banyak pengguna jasa penerbangan yang belum merasakan penurunan tarif. Di media sosial, banyak yang menyebut, penurunan tidak sampai 30%.
Download Aplikasi Labirin :