Industri Otomotif, Gaikindo Berharap Insentif PPnBM Diperpanjang
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap insentif pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM dapat diperpanjang hingga akhir 2021. Ketua Umum Giakindo Yohannes Nangoi mengatakan stimulus itu terbukti mampu menyelamatkan industri otomotif dari krisis pandemi Covid-19. "Harapan PPnBM (berlangsung) sampai akhir 2021 supaya industri otomotif pulih dengan tuntas,"ujarnya, Kamis (19/8). Namun, sebagai catatan, pertumbuhan tersebut belum mencerminkan kondisi normal karena sepanjang tahun lalu kinerja sektor otomotif tertekan oleh pandemi Covid-19 yang membuat aktivitas pabrik sempat terhenti.
Gaikindo mencatat produksi kendaraan bermotor roda empat atau lebih sepanjang Juli 2021 anjlok 25,1% secara bulanan atau menjadi 74,409 unit. Penurunan ini terjadi seiring dengan penerapan PPKM di Jawa dan Bali. "Di Bulan Agustus saya rasa juga belum bisa kembali ke angka yang diharapkan karena produksi juga masih kurang.
Direktur Institute Strategic Initiatives (ISI) Lucky Djani mengatakan relaksasi PPnBM hingga menjadi 0% bisa meningkatkan volume penjualan mobil, penyerapan tenaga kerja lebih tinggi dan pendapatan rumah tangga dan pendapatan negara serta membantu mempercepat pemuihan ekonomi nasional. Lucky mengatakan pendapatan tersebut lebih tinggi dari 2020 yang mencapai Rp3,3 trilliun. Namun, dia juga menyebutkan bahwa relaksasi PPnBM juga memiliki resiko berupa potensi penerimaan yang hilang. (YTD)
Tags :
#OtomotifPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023