Layanan Perbankan, Potensi Penetrasi Digital Banking Masih Besar
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim potensi penetrasi peningkatan digital banking masih cukup besar seiring dengan potensi kinerja ekonomi dan perilaku digital masyarakat. Direktur Pemilihan Bank Umum Departemen Penelitian dan Perbankan OJK Muhammad Miftah mengatakan pengembangan digital sudah terjadi sangat pesat beberapa tahun terakhir, terutama pada masa pandemi. "Kendati demikian, potensi penetrasi masih sangat terbuka lantaran akses digital banking juga baru 39,2%, sehingga masih ada ruang untuk meningkatkan penetrasinya, masih sangat besar," katanya dalam sebuah wabinar, Jumat (20/8).
Hal tersebut akan menjadi pangsa pasar yang cukup besar bagi perbankan. Oleh karena itu, pengembangan digital perbankan pun masih perlu ditingkatkan sekaligus integritasnya dengan pelaku ekonomi digital lainnya. Salah satu bank yang sangat memperkuat digital banking adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk. Bank hasil merger antara Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah, itu akan memperkuat bisnis transaksi digital dengan akuisisi nasabah eksisting.
Wakil Direktur Utama 2 BSI, Abdullah Firman Wibowo menyampaikan proses penggabungan membuat banyak nasabah eksisting mulai beralih menggunakan mobile banking. Menurutnya transaksi nasabah via mobile banking saat ini meningkat pesat karena pandemi membuat banyak yang mengalihkan transaksi ke digital. (YTD)
Tags :
#OJKPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023