RI Komit Capai Net Zero Emmision Tahun 2060
Di tengah upaya mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi, pemerintah Indonesia tetap komit mewujudkan net zero emission, selambatnya tahun 2060 untuk mengendalikan kenaikan suhu bumi tidak melebihi 2 derajat Celcius hingga 1,5 derajat Celcius. Pengelolaan hutan dan batu bara yangpruden merupakan dua solusi penting untuk menurunkan emisi karbon. Dalam jangka pendek, 2030, Indonesia berkomitmen menurunkan emisi karbon sebesar 29% dengan upaya sendiri dan 41% dengan bantuan internasional.
Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK Ruandha Agung mengatakan, proyeksi pengurangan emisi greenhouse gas sebesar 41% pada 2030 dengan bantuan internasional itu berasal dari lima kategori sektor. Yang tertinggi sektor kehutanan dengan kontribusi pengurangan 24%. Berikutnya sektor energi 15,5%, limbah 1%, industrial processes and product use 0,11%, dan pertanian 0,13%. "Jadi, sektor kehutanan memiliki porsi terbesar di dalam target penurunan emisi gas rumah kaca."
Semula, updated NDC ingin disampaikan pada 21 April 2021, namun kemudian mundur pada Juli 2021 karena perubahan hitungan net zero emission untuk 2050 terutama dari sektor energi. Sedangkan dari sektor kehutanan sebenarnya sudah selesai dan lancar. "Pada bulan April, net zero emission Indonesia masih dalam kondisi exercised dan dihadapkan pada kondisi tahun lalu, maka perlu dilakukan diskusi lebih lanjut dengan Kementerian ESDM dan elemen sektor energi berapa besar kontribusi sektor energi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca" ucap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.
Meski demikian, lanjut dia, dengan telah mempertimbangkan faktor dari sektor energi, maka net zero emission Indonesia bisa dicapai pada 2060 atau bisa lebih awal. Jika keinginan Presiden Joko Widodo bisa terwujud untuk membangun industri green atau zona industri bersih di Kalimantan Utara dengan ditopang oleh green energy, maka ada pengurangan emisi lebih banyak untuk sektor energi. Selain itu, sektor limbah dan industri juga diproyeksikan berkontribusi terhadap penurunan emisi. Sedangkan sektor kehutanan lebih manageable, sehingga diperkirakan penurunan emisi bisa lebih baik dari 29% pada 2030, jika Indonesia bisa melakukan upaya sendiri.
KLHK kan sudah mempunyai moratorium 66 juta hektare lahan bebas kebakaran, kalau dihitung seluas Norwegia dan Prancis, dan pada tahun 2030, seluruh sektor kehutanan Indonesia sudah menyimpan karbon,"ujar Siti. Indonesia pun yakin bisa mencapai penyerapan bersih karbon sektor hutan dan lahan pada 2030. Selain itu, dari kontribusi ekonomi karbon yang mulai dijalankan, dan partisipasi sektor swasta dari energi baru dan terbarukan. Updated NDC Indonesia, lanjut dia, sebenarnya tidak ambisius karena menambah lagi di sektor adaptasinya.
Indonesia terus mengevaluasi kinerja lima sektor yang ikut berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Setiap target NDC tersebut dimasukkan ke dalam beberapa sektor, kemudian masing-masing sektor harus berkontribusi dalam penurunan emisi gas rumah kaca. Sektor energi juga berkontribusi melalui energi baru dan terbarukan, kemudian sektor kehutanan sudah siap dan terus dipantau. Sektor energi, tidak hanya dilakukan oleh Kementerian ESDM, tetapi Kementerian ESDM penanggung jawabnya dan harus berkolaborasi dengan kementerian lain. Kemudian, sektor limbah juga berkontribusi terhadap penurunan emisi, akan difokuskan pada pengelolahan limbah padat dan limbah cair, Sektor industrial juga berkontribusi terhadap penurunan emisi, dengan lebih difokuskan kepada industri semen dan amoniak. Demikian pula sektor pertanian berkontribusi, dengan lebih diutamakan dalam penurunan emisi terkait masalah limbah ternak.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023