Bisnis Jasa Mengganggu Laju Industri Manufaktur
BPS mencatat nilai ekspor 2018 US$ 180,06 miliar dan impor US$ 188,63 miliar, sehingga neraca perdagangan defisit US$ 8,75 miliar. Impor barang konsumsi melonjak 20,03%, bahan baku naik 20,06%, dan barang modal 19,54%. Sayangnya, laju pertumbuhan impor bahan baku dan barang modal tidak paralel dengan pertumbuhan industri manufaktur. Salah satu penyebabnya adalah perubahan pola konsumsi masyarakat. Di sisi lain, industri jasa sedang tumbuh.
Semestinya pemerintah bisa mendorong masuknya investasi yang bergerak pada industri bahan baku dan barang modal. Untuk tahun 2019, pemerintah fokus pada peningkatan daya saing, salah satunya dengan perbaikan usaha melalui OSS, insentif perpajakan dan pengembangan program vokasi untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang, perbaikan prosedur untuk mengurangi biaya ekspor, memilij komoditas sektor unggulan, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan pengembangan SDM tetap akan diupayakan pemerintah.
Semestinya pemerintah bisa mendorong masuknya investasi yang bergerak pada industri bahan baku dan barang modal. Untuk tahun 2019, pemerintah fokus pada peningkatan daya saing, salah satunya dengan perbaikan usaha melalui OSS, insentif perpajakan dan pengembangan program vokasi untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang, perbaikan prosedur untuk mengurangi biaya ekspor, memilij komoditas sektor unggulan, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan pengembangan SDM tetap akan diupayakan pemerintah.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023