;

Waspadai AS dan China

Ekonomi Hairul Rizal 19 Aug 2021 Kompas
Waspadai AS dan China

Tren surplus neraca perdagangan Indonesia memang terus berlanjut lantaran ditopang kenaikan harga komoditas dan pemulihan ekonomi sejumlah negara tujuan ekspor. Kendati begitu, Indonesia perlu mewaspadai penurunan ekspor secara bulanan sebagai imbas lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri ataupun sejumlah negara.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, total nilai ekspor migas dan nonmigas Indonesia pada Juli 2021 sebesar 17,7 miliar dollar AS, sedangkan impornya 15,11 miliar dollar AS. Dengan demikian, neraca perdagangannya surplus 2,59 miliar dollar AS, melanjutkan tren surplus selama 15 bulan berturut-turut.Ekspor dan impor nonmigas Indonesia secara tahunan tumbuh cukup signifikan, tetapi secara bulanan justru turun. Nilai ekspor nonmigas pada Juli 2021 mencapai 16,71 miliar dollar AS atau tumbuh 28,26 persen dari Juli 2020. Namun, jika dibandingkan Juni 2021, nilai ekspor nonmigas justru turun 3,46 persen. Ekspansi China melambat sejak Juli 2021, sedangkan pemulihan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan melambat karena gelombang Covid-19 yang dipicu varian Delta. Indonesia perlu mewaspadai penurunan ekspor.

Ekonom Moody’s Analytics, Sonia Zhu, Rabu (18/8/2021), mengatakan, kinerja neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2021 cukup positif, terutama ditopang oleh harga komoditas yang tinggi. Namun, jika dicermati secara bulanan, ekspor dan impor Indonesia turun lantaran lonjakan kasus Covid-19 yang disebabkan virus korona baru varian Delta. Indonesia, lanjut Sonia, juga perlu mewaspadai negara-negara tujuan ekspor utama Indonesia yang juga tengah menghadapi kebangkitan Covid-19 tersebut, terutama China dan Amerika Serikat. Ekspansi China mulai melambat sejak Juli 2021, sedangkan pemulihan ekonomi Amerika Serikat diperkirakan akan melambat karena tengah menghadapi gelombang Delta.”Ini bisa menghambat momentum pertumbuhan ekspor Indonesia. Kami perkirakan kinerja perdagangan Indonesia tidak akan goyah atau turun drastis, tetapi akan melemah dalam beberapa bulan mendatang,” katanya.Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Indonesia ke China pada Juli 2021 mencapai 3,57 miliar dollar AS atau turun 13,7 persen dibandingkan Juni 2021. Nilai ekspor Indonesia ke Amerika Serikat juga turun 5,35 persen secara bulanan menjadi 2,02 miliar dollar AS.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Perdagangan
Download Aplikasi Labirin :