;

Penerimaan Pajak Tumbuh Positif

12 Jul 2021 Sriwijaya Post
Penerimaan Pajak Tumbuh Positif

JAKARTA, SRIPO - Penerimaan pajak sepanjang semester I 2021 terpantau tumbuh positif, sejalan dengan pemulihan ekonomi dalam negeri. Pencapaiarn tersebut tersokong oleh kinerja tiga bidang usaha.

Data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencatat realisasi penerimaan pajak sepanjang Januari sampai dengan Juni 2021 sebesar Rp 577,7 triliun, tumbuh 4,89% year on year (yoy). Angka tersebut lebih baik dari realisasi penerimaan pajak di periode yang sama pada tahun lalu minus 12% yoy.

Setali tiga uang, realisasi penerimaan pajak dalam enam bulan pertama tahun ini setara dengan 45,36% dari target akhir 2021 sebesar Rp 1.229,6 triliun. Artinya, pada semester II 2021, pemerintah musti mengejar penerimaan pajak sebesar Rp 651,9 triliun.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal mengatakan, kinerja penerimaan pajak tersebut mencerminkan perkembangan ekonomi yang lebih baik dari tahun lalu.

Yon juga optimistis pemerintah bisa mencapai target akhir 2021, sebab di semester I 2021 geliat pajak relatif signifikan membaik, dan secara bulanan pertumbuhannya stabil ke zona positif.

Berdasarkan sektor usahanya, penerimaan pajak industri pengolahan telah terkumpul Rp 154,34 triliun pada semester I 2021, tumbuh 5,7% yoy. Kemudian, realisasi sektor perdagangan mencapai Rp 110,17 triliun, tumbuh 114% secara tahunan.

Yon bilang kedua sektor tersebut tumbuh positif ditopang oleh membaiknya aktivitas produksi dan konsumsi, serta kegiatan ekspor dan impor. Lonjakan terbesar, didominasi dari realisasi kuartaI II-2021, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi sebesar 7% yoy. "Kalau sektoral, industri pengolahan dan perdagangan pengolahan itu punya peranan penting terhadap penerimaan pajak. Karena kontribusinya masing-masing 29% dan 21% terhadap penerimaan pajak," kata Yon, dalam Dialog Virtual, Minggu (11/07/2021).

Selain dua sektor tersebut realisasi penerimaan pajak sektor informasi dan komunikasi hingga akhir Juni 2021 mencapai Rp 24,1 triliun, tumbuh 15,8% yoy. Yon menyampaikan, salah satu faktor pendorongnya yakni dengan adanya perkembangan platform digital dan aktivitas ekonomi digital yang makin menggeliat saat pandemi.

"Tiga sektor tersebut memperlihatkan pemulihan yang cukup baik. Ketiganya tersebut mempunyai multiplier effect yang panjang," ucap Yon.

Meski demikian, lima sektor usaha lainnya tercatat masih minus di sepanjang semester I 2021. Pertama, sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar Rp 77,79 triliun, minus 3,9% yoy. "Jasa keuangan tertekan sebagaimana tren perngeluaran dana pihak ketiga, yang tabungannya meningkat di bank. Kedepan pemerintah terus mendorong orang-orang kaya lebih consume meskipun faktor trust pandemi) lebih akan dilihat," ujar Yon. 

Lalu yang kedua, informasi dan komunikasi minus 1,73% yoy. Ketiga, sektor pertambangan kontraksi paling dalam yakni mencapai minus 7,53%. Konstruksi dan Real Estat juga termasuk sektor yang masih terlihat minus.
Tags :
Download Aplikasi Labirin :