;

Pelindo I Siapkan Tiga Pelabuhan Jadi Gerbang Utama Logistik Global

Ekonomi Yuniati Turjandini 09 Aug 2021 Investor Daily, 9 Agustus 2021
Pelindo I Siapkan Tiga Pelabuhan Jadi Gerbang Utama Logistik Global
PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo I (Persero) menyiapkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Belawan, dan Dumai sebagai gerbang utama logistik global. Ketiga pelabuhan tersebut akan menyerap pasar pelayaran di Selat Malaka yang merupakan jalur pelayaran tersibuk di dunia. 

Direktur Utama Pelindo I, Prasetyo mengungkapkan, Pelindo I mengelola 23 pelabuhan yang tersebar di empat provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau. Selat Malaka merupakan jalur yang menghubungkan Benua Eropa dan Asia yang setiap tahunnya rata-rata dilewati 120.000 kapal pertahun. Selat ini dikenal sebagai jalur lalu lintas pelayaran tersibuk di dunia. Prasetyo menjelaskan, ada tiga pelabuhan kelolaan yang potensial untuk didorong dalam menyerap pasar pelayaran di Selat Malaka, yaitu Kuala Tanjung, Belawan dan Dumai. Ketiga pelabuhan itu memenuhi standar internasional terkait lokasi, kedalaman kolam, hingga suprastruktur. Pelabuhan Kuala Tanjung juga merupakan salah satu proyek strategis nasional. Saat ini, Pelindo I membuat kemasan penamaan Pelabuhan itu sebagai Kuala Tanjung Port And Industrial Estate. Dia mengungkapkan, saat ini Pelindo I bersama BPN Kabupaten Batu Bara dan BPN pusat sedang memverifikasi lahan kebutuhan Kuala Tanjung. Lahan seluas 300 ha itu akan dibebaskan secara bertahap hingga tahun depan. Pelindo I, menurut Prasetyo, sudah menerapkan sistem Indonesia Gateway Master Terminal yang merupakan sistem pengoperasian front end pelayanan jasa pelabuhan disetiap pelabuhan. "Alhamdulillah pencapaian pada semester 1 tahun ini lebih dari periode sama 2020. Misalnya jumlah kapal tumbuh 7%. Kemudian secara total volume bongkar muat atau GT naik sekitar 36%. Tahun lalu 77 juta , sekarang 105 juta." ucap Prasetyo. 

Sementara itu, pengamat Pelabuhan Saut Gurning yang dihubungi Investor Daily di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan, Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung dan Dumai berpotensi besar menjadi gerbang logistik Indonesia. "Hal ini tidak akan hanya meningkatkan volume komersil jasa, namun juga meningkatkan kinerja, karena tuntutan kepuasan dan kepastian jasa lebih meningkat, " tegas dia. Prasetyo menilai, Kuala Tanjung juga sejauh ini belum bisa menggantikan Tanjung Priok. Sebab ikrought-nya masih terlalu rendah dan kargonya masih kurang, meski sudah ada peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. 

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia, Benny Soetrisno menjelaskan, untuk menjadikan Kuala Tanjung sebagai gerbang utama logistik global, infrastruktur yang menghubungkan kawasan Industri terdekat. "Kalau Industrinya sudah lengkap tinggal bangun rel KA Sei Mangkei ke Kuala Tanjung. Saat ini, rel KA hanya ada dari Sei Mangkei ke Belawan, sekitar 150 km. Padahal jalur Sei Mangkei-Kuala Tanjung lebih dekat," ucap dia. Benny Soetrisno menjelaskan PLTA Siguragura masih punya ruang untuk dikembangkan "Kalau Trans Sumatera selesai pada 2025 itu keren. Industri manufaktur itu kan urusannya hanya dua, yaitu tenaga listrik dan sumber daya manusia (SDM). Untuk SDM saya rasa cukup, karena penduduk di Sumatera Utara banyak, " Papar Benny. (YTD)
Download Aplikasi Labirin :