Perdagangan Daerah, Kendala Ekspor Perlu Ditangani
Kinerja ekspor produk manufaktur maupun komoditas di sejumlah daerah mengalami kenaikan seiring mulai bangkitnya ekonomi negara tujuan. Namun, pelaku industri menghadapi tantangan berat untuk melanjutkan kinerja ekspor tetap moncer.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan kinerja ekspor di Jawa Tengah pada Juni 2021 sebagai indikator mulai pulihnya ekonomi di sejumlah negara.“Juni tahun 2021, ekspor Jawa Tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan bulan Mei 2021 maupun dibandingkan dengan Juni 2020,” ujar Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono, Senin (2/8).Lima komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan nilai ekspor adalah pakaian jadi bukan rajutan US$38,91 juta, barang-barang rajutan US$30,88 juta, kayu dan barang dari kayu US$16,31 juta, serat stafel US$14,32 juta, dan mesin peralatan listrik US$12,26 juta.Sentot menjelaskan, moncernya kinerja ekspor juga diperngaruhi oleh kenaikan aktivitas ekonomi negara tujuan utama ekspor Jateng misalnya Amerika Serikat yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6% (YoY) pada kuartal II/2021.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah Frans Kongi mengatakan kendati sudah ada tanda-tanda recovery, industri manufaktur Jawa Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan. Kenaikan freight cost yang mencapai 500% serta kelangkaan kontainer jadi kendala. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Arif Sambodo menjelaskan terkait keluhan pelaku industri sudah dilakuka koordinasi dengan pemerintah pusat. “Kami dengan Pak Gubernur sudah membuat surat ke Kementerian Perdagangan. Pemerintah Provinsi sudah mengusulkan bahwa untuk biaya-biaya kontainer, ekspor, dan sebagainya mohon ada kebijakan khusus,” jelasnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.
Adapun, peningkatan ekspor karet Sumut pada Januari—April 2021 sejalan dengan membaiknya permintaan dari negara konsumen, diantaranya Jepang, Amerika Serikat, China, dan India. Sedangkan pada Mei dan Juni turun karena buyer melakukan penjadwalan ulang pengapalan akibat terkendala operasional dari perusahaan pelayaran lantaran kapasitas kapal yang tidak optimal dan kelangkaan kontainer
Tags :
#EksporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023