;

Pengangguran Diprediksi Bertambah

Ekonomi Mohamad Sajili 28 Jul 2021 Kompas
Pengangguran Diprediksi Bertambah

Untuk menekan pengangguran, investasi diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja. Akan tetapi, melihat pencapaian pada triwulan II tahun ini, peningkatan serapan tenaga kerja yang dibawa investasi dinilai tidak cukup signifikan. Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2021 akan berada di kisaran 7,15-7,35 persen atau 9,9 juta sampai 10,27 juta orang. Angka tersebut lebih tinggi daripada TPT Agustus 2020, yaitu 7,07 persen (9,76 juta orang), dan TPT Februari 2021, yaitu 6,26 persen (8,75 juta orang).

Menurut ekonom CORE Indonesia, Akhmad Akbar Susamto, Selasa (27/7/2021), pengangguran akan bertambah akibat lonjakan kasus Covid-19 serta kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang telah berjalan sekitar tiga minggu terakhir. ”Pengangguran akan lebih tinggi. Kondisinya bisa lebih buruk daripada bulan Agustus 2020 dan Februari 2021. Memang, selisihnya tidak banyak, tetapi secara prinsip akan terjadi kenaikan,” kata Akhmad dalam diskusi virtual di Jakarta. Ia mengatakan, pemerintah memang telah menyiapkan beberapa program untuk perlindungan sosial dan insentif bagi dunia usaha untuk mencegah pemutusan hubungan kerja. Namun, berbagai kendala implementasi membuat program-program bantuan itu tidak menyentuh kalangan yang membutuhkan secara tepat waktu dan tepat sasaran. ”Beberapa program arahnya sudah benar, tetapi apakah itu cukup untuk menahan situasi saat ini? Tidak. Terlebih jika krisis kesehatan akibat Covid-19 masih berlanjut dan pembatasan tetap harus diterapkan,” katanya.

Pemerintah berupaya menarik investasi untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan menyerap pengangguran. Data terbaru Kementerian Investasi menunjukkan, realisasi investasi pada triwulan II-2021 mencapai Rp 223 triliun atau tumbuh 16,2 persen daripada tahun sebelumnya sebesar Rp 191,9 triliun. Secara triwulanan, realisasi investasi sepanjang April-Juni 2021 itu naik tipis 1,5 persen dibandingkan triwulan I-2021 sebesar Rp 219,7 triliun. Investasi yang masuk didominasi penanaman modal asing senilai Rp 116,8 triliun (52,4 persen) dan penanaman modal dalam negeri sebesar Rp 106,2 triliun (47,6 persen).

Download Aplikasi Labirin :