Kontribusi Digital Hanya 4 Persen
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong ekonomi digital agar pelaku usaha nasional dapat memperbesar pangsa pasar dan mampu berdaya saing secara global. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut, kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sangat kecil yaitu hanya sebesar 4 persen.
"Kontribusi ekonomi digital terhadap PDB masih relatif kecil baru 4 % dari PDB Indonesia," ujarnya secara virtual, Selasa (29/6). Menurutnya, ekonomi digital harus mampu mengejar ketertinggalan dan perlu berlari lebih cepat lagi jika ingin menguasai 40 % dari potensi ekonomi digital Asia pada 2025 mendatang. "Kita harus berlari lebih cepat lagi sehingga tahun 2025 kita bisa menguasai sekitar 40 % dari total potensi ekonomi digital Asia," imbuhnya.
Jokowi menambahkan, pada tahun 2030 mendatang pihaknya menargetkan ekonomi digital Indonesia dapat berkontribusi sebanyak 18 % dari total PDB Indonesia. Dia juga mengapresiasi kehadiran platform penyedia layanan programmatic advertising terbesar di Indonesia yaitu Tadex yang merupakan kolaborasi dari Telkom Group, yakni Telkomsel, Metranet, Dewan Pers, dan Task Force Media Sustainability.
Presiden Jokowi yakin, Tadex akan memberikan angin segar bagi dunia digital ekonomi khususnya periklanan. Harapannya akan ada terobosan dan inovasi baru terkait ekosistem ekonomi digital sehingga dapat bersaing di tingkat global. "Menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," pungkasnya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023